Pati, Mitrapost.com – Seni kaligrafi bagi M. Zulfikar Erwanditya Wisnuaji (11) adalah hobi yang menambah keimanan. Jika anak-anak sebayanya sibuk bermain gadget dan hobi main game, Zulfikar memilih konsisten menekuni Khat atau seni menulis arab indah.
Ia menceritakan mulai menyukai kaligrafi sejak kecil. Khususnya saat diperkenalkan guru agama Islam di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pati wetan.
“Awalnya saya ikut mempelajari keindahan seni menulis Al-Qur’an. Lama-lama tertarik dan jadi hobi buat kaligrafi,” ujar Zulfikar kepada Mitrapost.com, Senin (10/10/22).
Tak ingin setengah-setengah, selain belajar di kelas, Zulfikar juga ikut les khusus kaligrafi.
“Kalau di sekolah diajari sama Pak Adib (guru Agama PAI). Kalau les-les pak Hamid,” ujar Siswa Kelas V SDN Pati wetan itu.
Menurutnya belajar seni kaligrafi cukup berat karena harus menyiapkan waktu berjam-jam perhari untuk berlatih. Terlebih jika mendekati event atau perlombaan.
“Harus menyisihkan waktu, tenaga dan pikiran lebih dalam proses belajarnya. Contohnya, setiap latihan dibutuhkan waktu 4 sampai 5 jam belum termasuk waktu tempuh dari rumah ke tempat belajar,” kata anak yang tinggal Mertokusuman RT.002 RW.002 Pati Wetan itu.
Namun hal tersebut tak menjadi penghalang karena bocah berumur 11 tahun itu memang antusias mendalami seni kaligrafi.
Zul mengaku belum banyak mengikuti perlombaan, lantaran jarang ada lomba yang bisa diikuti siswa seumurannya.
Namun demikian dalam Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) cabang lomba Kaligrafi tahun ini, ia berhasil menyabet juara 2 tingkat Kecamatan Pati.
Ke depan ia ingin lebih mempelajari variasi kaligrafi. Selain itu ia ingin terus mengembangkan diri dengan mengikuti perlombaan kaligrafi baik di tingkat daerah maupun nasional. Agar di masa datang, ia bisa menjadi seniman kaligrafi sekaligus ahli Al Quran.(*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






