3 Alasan Nabi Isa AS Diturunkan di Bumi Jelang Hari Akhir

Mitrapost.com – Salah satu tanda besar akhir zaman adalah turunnya Nabi Isa AS. Waktu datangnya hari kiamat memang dirahasiakan oleh Allah SWT, dan tak ada seorangpun yang tahu. Meski demikian, Nabi Muhammad SAW sempat menyebutkan beberapa tanda datangnya kiamat besar, termasuk munculnya Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa AS untuk memerangi fitnah terbesar, yakni Dajjal.

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Ketika mempersiapkan diri untuk berperang, kaum muslim meluruskan saf pada saat iqamah dikumandangkan, turunlah Isa bin Maryam.”

Dijelaskan pula dalam riwayat lainnya bahwa Nabi Isa AS akan membunuh Dajjal di gerbang Ludd. Mujammi bin Jariyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ibnu Maryam (Putra Maryam) akan membunuh Dajjal di gerbang Ludd (Bab Ludd),” (HR Tirmidzi)

Alasan pasti Nabi Isa AS diutus untuk membunuh Dajjal jelang hari akhir hanya diketahui oleh Allah SWT. Namun, menurut beberapa ulama, Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah Jilid 2: Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi terjemahan H. Anshori Umar Sitanggal, terdapat 3 alasan yang mungkin melatarbelakanginya.

Pembuktian kaum Yahudi

Turunnya Nabi Isa AS ke dunia sebagai pembuktian kaum Yahudi yang selama ini meyakini bahwa Nabi Isa AS terbunuh karena disalib. Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 159 yang berbunyi,

وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖ ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًاۚ ١٥٩

Artinya: “Tidak ada seorangpun di antara Ahlul Kitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.”

Turunnya Nabi Isa AS juga ditujukan untuk membunuh Dajjal yang telah menyebarkan fitnah besar di seluruh dunia. Tidak ada seorang pun dari kaum muslimin yang sanggup melawannya, kecuali Nabi Isa AS.

Permintaan Nabi Isa AS menjadi kaum Nabi Muhammad SAW

Keistimewaan Nabi Muhammad memang telah tersebar sejak zaman Nabi Isa AS dan diterangkan dalam kitab Injil. Hal ini diterangkan dalam Al-Quran surat Al-Fath ayat 29 yang berbunyi,

… مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ

Artinya: “Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil…”

Sehingga, Nabi Isa AS meminta kepada Allah SWT agar kelak diturunkan ke dunia untuk menjadi salah satu kaum dari Nabi Muhammad SAW.

Dikembalikan ke Tanah

Alasan selanjutnya, Allah SWT akan mengembalikan Nabi Isa AS sesuai kodrat manusia lainnya yang berasal dari tanah. Saat Nabi Isa diturunkan, menandakan bahwa ajalnya akan tiba. Nantinya setelah wafat, Nabi Isa akan dimakamkan di Tanah Suci dan dibangkitkan kembali bersama manusia lainnya di Hari Kebangkitan. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati