Mitrapost.com – Islam mengajarkan umat muslim untuk bijak dalam mengelola rezeki yang diberikan Allah SWT. Sehingga, tidak dianjurkan untuk berbuat boros dan menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang sia-sia.
Dalam surat Al-Isra ayat 26, Allah SWT berfirman,
وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”
Kita bisa meniru cara Rasulullah SAW dalam mengatur keuangannya. Seperti yang diketahui, beliau adalah sosok yang cerdas dan merupakan pedagang sukses. Meski sukses, Rasulullah SAW tidak pernah bermewah-mewahan, serta suka menyedekahkan hartanya.
Dilansir dari DetikHikmah yang menukil penjelasan buku ‘88 Strategi Bisnis Ala Rasulullah yang Tak Pernah Rugi’ karya Ahmad Jarifin, berikut cara yang bijak dalam mengatur keuangan.
Bersungguh-sungguh mengumpulkan harta
Dari Zubair bin Awwam, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu dia mencari seikat kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya kemudian dia menjualnya lalu Allah mencukupkannya dengan kayu itu lebih baik daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya.” (HR Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk membangun ekonomi yang mandiri. Islam tidak menjadikan seseorang menjadi lemah dan hanya meminta-minta.
Bijak dalam memutuskan pengeluaran
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum dinyatakan kepadanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini mengingatkan bahwa harta seseorang akan dihisab. Oleh sebab itu, dianjurkan umat muslim menggunakan hartanya untuk kebajikan dan hal-hal yang bermanfaat.
Menabung untuk masa depan
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu,” (HR Bukhari).
Dalam hadits ini, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menabung. Menyisihkan sebagian harta bisa bermanfaat untuk masa depan.
Menghindari berutang
Dalam hadits disebutkan, “Barang siapa utang uang kepada orang lain dan berniat akan mengembalikanya, maka Allah akan luluskan niatnya itu, tetapi barang siapa mengambil dengan niat akan membinasakan (tidak membayar), maka Allah akan merusakkan dia,” (HR Bukhari).
Utang memang tidak dilarang, namun Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk menghindari utang. Jika benar-benar terpaksa, maka wajib hukumnya untuk melunasi, karena utang berhubungan dengan dunia dan akhirat.
Mengeluarkan sedekah
Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya” (HR. Muslim)
Dalam Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT berfirman,
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (*)
Redaksi Mitrapost.com