Jepara, Mitrapost.com – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menetapkan status siaga darurat bencana hidrometereologi.
Status tersebut ditetapkan berdasarkan perkiraan cuaca oleh BMKG dan hasil kaji cepat tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
BMKG Semarang memperkirakan curah hujan di Jepara pada Januari dan Februari 2025 sangat tinggi yaitu mencapai lebih dari 500 mm atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan Desember yang berkisar 300-500 mm.
“Awal musim hujan pada November, puncaknya pada Februari dan berakhir pada pertengahan April 2025,” jelasnya.
Sejumlah wilayah di Jepara berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi. Diantaranya bencana banjir rawan terjadi di 11 wilayah.
“Longsor di empat kecamatan. Sedangkan angin di enam kecamatan, abrasi pantai di tiga kecamatan, dan rob di dua kecamatan,” jelasnya.
Pemerintah telah melakukan upaya mitigasi bencana dengan melakukan perbaikan infrastruktur seperti perbaikan tanggul-tanggul sungai. Kemudian melakukan penghijauan di daerah perbukitan, penanaman mangrove, sistem peringatan dini, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dan menyiapkan seluruh stakeholder yang terkait dengan kebencanaan.
“Masyarakat juga perlu bersama-sama melakukan mitigasi. Yakni, melakukan identifikasi dan antisipasi risiko bencana hidrometereologi, melakukan pencegahan dan mitigasi, dengan bergotong royong membersihkan lingkungan, membangun awareness dan kesiapan posko darurat,” ujarnya.
Selain itu, camat dan pimpinan perangkat daerah telah diminta melaporkan kondisi wilayahnya masing-masing.
“Saya minta para camat mulai hari ini untuk standby 24 jam, dengan buat posko kedaruratan. Identifikasi berbagai potensi bencana dan kebutuhan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, musim hujan rentan terhadap DBD. Sehingga pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan dan RSUD RA Kartini, untuk bersiaga menghadapi potensi penyakit tersebut dan penyakit saat musim hujan lainnya.
“Apabila dalam keadaan darurat dan terkendala anggaran, kita bisa gunakan BTT (belanja tak terduga). Nanti teknisnya bisa melalui Pak Asisten III,” jelasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






