Mitrapost.com – Negara-negara kawasan Asia Timur dan Pasifik tengah menghadapi masalah di sektor ketenagakerjaan dalam satu dekade terakhir, terkait memburuknya ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas akibat maraknya peralihan ke sektor informal.
Melihat kondisi tersebut, World Bank angkat bicara dengan mengatakan bahwa maraknya pekerjaan informal ini disebut mampu mengancam produktivitas suatu negara yang dapat memicu masyarakat kelas menengah rentan miskin.
“Banyaknya individu di kawasan ini bekerja di sektor informal atau dengan produktivitas rendah. Kelompok masyarakat yang rentan jatuh miskin kini lebih besar daripada kelas menengah di sebagian besar negara,” dilansir dari CNBC Indonesia yang dikutip dari laporan World Bank.]
Kepala Ekonom World Bank untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Matto menyebut salah satu contoh ramainya orang-orang yang meninggalkan sektor pertanian berproduktivitas rendah yang tidak menuju kepada industri berproduktivitas tinggi.
Justru, mereka berpaling kepada pekerjaan berproduktivitas rendah di sektor jasa, termasuk di dalamnya pekerjaan gig economy.
Sementara Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut salah satu penyebab banyaknya pekerja informal adalah lantaran kondisi ekonomi RI yang cenderung melambat sejak awal tahun 2025.
Oleh sebab itu, yang harus dipikirkan pemerintah dalam hal ini adalah segera mendorong pertumbuhan ekonomi agar perusahaan di dalam negeri ikut berkembang dan pada akhirnya dapat merekrut para pekerja formal baru. (*)

Redaksi Mitrapost.com





