Pati Masuk Daftar 17 Daerah Program WEFSRID, Bakal Dapat Kucuran Dana Rp2,5 Triliun

Pati, Mitrapost.com – Kabupaten Pati ditetapkan sebagai salah satu dari 17 daerah di Indonesia yang bakal menjalankan program strategis nasional bernama WEFSRID (Water, Energy, Food Security for Regional Integrated Development) atau Ketahanan Air, Energi, dan Pangan untuk Pembangunan Terintegrasi Regional.

Program yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini merupakan kolaborasi lintas kementerian bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Tujuannya, memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mensinergikan tiga aspek penting, di antaranya yaitu air, energi, dan pangan.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Pati, Muhamat Taufik, mengatakan, saat ini pihaknya tengah melengkapi data yang dibutuhkan oleh pemerintah pusat untuk tahap awal pelaksanaan program tersebut.

“WEFSRID ini program baru. Kami masih menyiapkan data bersama Dinas Pertanian dan DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang). Tahun 2026 nanti masuk tahap perencanaan, dan pelaksanaannya dimulai pada 2027 hingga lima tahun ke depan,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (06/11/2025).

Menurut Taufik, program ini digadang-gadang memiliki nilai investasi fantastis, yakni senilai 150 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2,5 triliun selama lima tahun. Dana tersebut akan difokuskan untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur sumber daya air di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pati.

“Pati jadi salah satu dari 17 daerah yang berpeluang besar menerima manfaat WEFSRID. Ini kesempatan besar bagi kami untuk memperbaiki saluran irigasi yang selama ini banyak mengalami kerusakan,” jelasnya.

Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mengusulkan 22 Daerah Irigasi (DI) untuk diperbaiki melalui program tersebut. Dari total 327 DI yang dikelola Pemkab, sebagian besar membutuhkan perhatian serius agar mampu menopang produktivitas pertanian.

“Yang diusulkan ini DI kewenangan kabupaten, bukan yang dikelola pusat atau provinsi. Kami koordinasi dengan DPUTR untuk menentukan mana saja yang rusak dan tidak masuk program Inpres, seperti DI Puring misalnya,” tambahnya.

Selain memperbaiki jaringan irigasi, WEFSRID juga akan menyasar pemberdayaan kelompok tani (Poktan), kelompok wanita tani (KWT), hingga perkumpulan petani pemakai air (P3A). Program ini juga akan diintegrasikan dengan Koperasi Merah Putih (KMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Output akhirnya bukan hanya peningkatan produksi pangan, tapi juga efisiensi penggunaan air dan peningkatan kesejahteraan petani. Harapannya, Pati bisa jadi contoh daerah dengan sistem ketahanan pangan yang kuat dan terintegrasi,” paparnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati