IHSG Ditutup Hijau Kemarin, 5 Saham Ini Layak Dicermati pada 5 Februari 2026

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok pada awal minggu. Meski begitu, IHSG akhirnya ditutup di zona hijau pada Selasa (3/2/2026) kemarin, yaitu di angka 8.122,6 atau melesat 2,52%.

Aksi jual asing dan downgrade ikut memberikan tekanan pada sentimen pasar. Namun aksi jual ini membuka peluang beli selektif utamanya pada saham blue-chip yang memiliki fundamental yang kuat.

Berikut ini 5 saham yang berpotensi bergerak signifikan pada Kamis, 5 Februari 2026.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Saham ini ditutup di angka Rp7.650 pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026). Saham ini layak dicermati karena berpotensi mengalami kenaikan 3% – 7% atau berada di level Rp7.900 — Rp8.200.

BBCA merupakan bank terbesar di Indonesia yang memiliki likuiditas dan basis nasabah yang kuat. Didukung dengan ROE dan profitabilitas relatif stabil.

Selain itu, saham bank blue-chip seringkali menjadi fokus aksi bargain hunting saat IHSG rebound. Namun ada risiko dimana saham ini sensitif terhadap volatilitas global dan aksi profit taking asing.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Mandiri memiliki basis kredit besar dan keterlibatan dalam proyek pemerintah. Bank ini juga memiliki valuasi yang masih relatif menarik dibanding dengan bank sekelasnya.

Likuiditas domestik yang masih masuk dapat mempercepat rebound. Potensi kenaikan saham ini mencapai 4% – 8% atau di level Rp5.000 — Rp5.200 dari harga penutupan Selasa (3/2/2026) yang berada di angka Rp4.830.

Namun ada risiko aksi jual asing yang masih berlangsung beberapa sesi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Telkom termasuk perusahaan kuat di pasar telekomunikasi domestik. Dividend yieldnya juga tinggi. Sektor komunikasi bisanya defansif saat volatilitas pasar meningkat. Sehingga bisa dimanfaatkan para investor.

Saham ini berpotensi naik Rp3.600 — Rp3.700 atau 3% – 6% dari harga penutupan Selasa (3/2/2026) yang berada di angka Rp3.450.

Hal ini didukung dengan penguatan IHSG yang dapat mendorong saham sektor defensif. Namun ada risiko saham ini terpengaruh sentimen risk-off dan perubahan suku bunga.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Saham ini berpotensi naik di angka Rp2.100 — Rp2.100 atau 2% – 5% dari harga penutupan pada Selasa (3/2/2026) di angka Rp2.010.

Saham ini layak dicermati karena Unilever merupakan pemain utama di sektor konsumer dengan brand kuat dan stabil. Selain itu, dividend yield menarik, menjadi pilihan defensif saat sentimen risk-off. Didukung permintaan domestik yang relatif stabil.

Namun ada risiko pertumbuhan konsumsi bisa melambat jika daya beli melemah.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Saham ANTM layak dicermati karena eksposur komoditas nikel atau emas sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global. Selain itu, valuasi yang lebih murah dibanding rata-rata industri pertambangan domestik.

Saham ini berpotensi naik di angka Rp4.100 — Rp4.300 atau naik 5% – 10% dari harga penutupan Selasa (3/2/2026), Rp3.930.

Hal itu didukung dengan kenaikan harga komoditas global dan permintaan EV dapat mengangkat saham ini. Namun ada risiko fluktuasi harga komoditas dan kebijakan ekspor. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati