Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot pada hari ini, Rabu (13/05/2026), ke level 6.763,94. Dalam artian, IHSG terkoreksi 1,31% atau kehilangan 89,94 poin pada awal perdagangan, dipicu oleh pelemahan rupiah yang tembus Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), sentimen MSCI hingga tekanan jual asing.
Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
CUAN – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
Saham ini diketahui sering mengalami swing intraday yang tajam dengan lonjakan volume tinggi, sehingga menciptakan peluang technical rebound maupun momentum spike dalam waktu singkat.
Dalam kondisi market merah, saham volatil seperti CUAN justru sering menjadi target trader jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan cepat dua arah.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Di tengah tekanan IHSG hari ini, sentimen terhadap logam mulia masih relatif kuat dan harga perak Antam juga dilaporkan mengalami kenaikan, sehingga saham ini berpotensi mengalami quick rebound maupun pullback intraday yang aktif.
Pergerakan ANTM yang volatil namun likuid membuatnya ideal untuk strategi fast trading berbasis momentum. Selain itu, saham ini menarik untuk scalping karena sektor logam dan emas cenderung lebih defensif ketika pasar saham melemah tajam.
CBRE – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk
Dalam kondisi IHSG yang melemah signifikan, saham seperti CBRE sering mengalami lonjakan volume mendadak akibat aktivitas spekulatif, sehingga menciptakan peluang breakout maupun reversal cepat dalam satu sesi perdagangan.
Kemudian, CBRE juga disebut cocok untuk scalping karena termasuk saham energi dengan kapitalisasi kecil-menengah yang biasanya melakukan pergerakan sangat cepat saat market mengalami volatilitas tinggi.
MINA – PT Sanurhasta Mitra Tbk
Diketahui, saham MINA menarik untuk scalping karena memiliki karakter pergerakan harga yang fluktuatif dan cukup aktif diperdagangkan trader jangka pendek.
Dalam kondisi pasar yang penuh tekanan seperti hari ini, saham dengan volatilitas tinggi seperti MINA sering membentuk micro swing cepat akibat aksi spekulatif dan rotasi dana trader, sehingga cocok untuk strategi scalping agresif dengan target pendek.
TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Dalam kondisi IHSG terkoreksi tajam akibat sentimen MSCI, saham big cap sektor petrokimia seperti TPIA yang cukup sensitif terhadap sentimen pasar dan pergerakan dana institusi sering mengalami oversold intraday yang memicu peluang technical rebound cepat.
Likuiditas yang tinggi dan pergerakan harga yang aktif juga membuat saham ini menarik untuk strategi pullback trading maupun reversal intraday. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






