Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Selasa (09/06/2026) ke zona hijau 0,83% ke level 5.386,00 setelah mengalami tekanan pada hari sebelumnya, menciptakan peluang bagi sejumlah saham berlikuiditas tinggi untuk melanjutkan momentum kenaikan intraday.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Ketika pasar dibuka hijau, saham seperti BBRI sering menjadi tujuan aliran dana jangka pendek yang memicu kenaikan bertahap disertai volume tinggi. Hal tersebut dikarenakan posisinya yang menjadi salah satu saham dengan nilai dan frekuensi transaksi terbesar di BEI.
Karakter yang sangat responsif terhadap penguatan IHSG di awal perdagangan tersebut membuat BBRI menarik untuk strategi scalping berbasis breakout maupun pullback intraday dengan likuiditas yang sangat memadai.
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Saat IHSG menguat, BBCA biasanya ikut bergerak positif dengan pola yang relatif rapi dan konsisten, sehingga memberikan peluang bagi trader untuk memanfaatkan pergerakan jangka pendek di area support-resistance intraday tanpa menghadapi volatilitas yang terlalu liar.
Kemudian, BBCA juga menarik untuk scalping karena sebagai saham berkapitalisasi besar, pergerakannya sering menjadi indikator kepercayaan investor terhadap pasar.
TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Dalam kondisi pasar yang menguat, TLKM kerap menunjukkan kenaikan bertahap dengan volume transaksi yang meningkat, sehingga menciptakan peluang scalping melalui pola trend following maupun technical rebound setelah koreksi kecil intraday.
BRPT – PT Barito Pacific Tbk
Perlu diketahui, saham dengan volatilitas yang relatif tinggi dibanding banyak saham big cap lainnya ini sering bergerak cepat mengikuti sentimen sektor petrokimia, energi, dan pergerakan saham-saham grup Barito.
Ketika IHSG menguat, BRPT kerap mengalami peningkatan aktivitas transaksi yang memunculkan peluang momentum breakout maupun swing intraday yang menarik bagi trader jangka pendek.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Saat pasar secara umum menguat, minat terhadap saham komoditas biasanya ikut meningkat, sehingga ANTM berpotensi mengalami lonjakan volume dan pergerakan harga yang lebih agresif.
Kondisi ini menjadikan ANTM menarik untuk strategi scalping berbasis momentum maupun breakout jangka pendek. Selain itu, saham ini juga cocok untuk scalping karena pergerakannya dipengaruhi sentimen harga emas dan nikel yang sering menciptakan volatilitas tinggi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com




