Mengenal Dusun Sade: Kampung Adat Suku Sasak yang Kini Hangus Terbakar

Mitrapost.com – Dusun Sade di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah merupakan rumah bagi para suku Sasak. Kearifan lokal di dusun ini terus terjaga dari waktu ke waktu. Namun kini, dusun tersebut telah luluh lantah dilalap api.

Jauh sebelum hangus, Dusun Sade menyimpan banyak cerita leluhur Lombok. Masyarakat Desa Sade diketahui selama ini mempertahankan pola kehidupan turun-temurun seperti kaum pria yang sebagian besar bekerja menjadi petani, dan perempuannya bekerja membuat kain sesek.

Kain sesek yang dibuat para perempuan kemudian dijajakan di depan rumah mereka. Mereka menjual kain tersebut dengan harga berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah bergantung pada motif dan bahan kainnya.

Selain kain, masyarakat Dusun Sade juga memproduksi kerajinan tangan seperti kaling, gelang, dan pernak-pernik.

Suku Sasak yang mendiami dusun tersebut diketahui sebagian besar beragama Islam. Sedangkan lainnya memeluk kepercayaan Hindu-Budha, kepercayaan Islam Wetu Telu, dan kepercayaan pra-Islam yang disebut Sasak Boda.

Tata letak perumahan Desa Sade berjajar dan memiliki bangunan yang sama. Rumah dibuat menggunakan kayu dan atapnya dari alang-alang atau rumput gajah. Ada tiga bagian dalam setiap rumah, yaitu dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Setiap rumah juga memiliki lumbung padi.

Sedangkan lantai rumah menggunakan tanah liat tanpa alas. Uniknya, mereka menggunakan kotoran kerbau untuk membersihkan lantai tersebut. Mereka percaya kotoran kerbau dapat mengusir nyamuk dan menghangatkan ruangan saat malam hari.

Bangunan rumah adat wajib menghadap poros Timur-Barat. Pembangunan rumah harus mengikuti ajaran tata ruang kuno yang telah menjadi kepercayaan turun-temurun yang berakar dari sistem tata nilai kehidupan bangsa Sasak yang pandangan hidup Pedikte Telu.

Pedikte Telu yaitu tiga pilar norma utama. Pertama, Adat Gama merupakan norma spiritual yang mengatur hubungan keselarasan dan ketundukan manusia pada Sang Pencipta.

Adat Luir Gama merupakan norma lingkungan yang mengatur keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan alam sekitar dan seluruh isinya.

Adat Tafsila merupakan norma sosial dan etika yang mengatur keselarasan, tata krama, dan keharmonisan hubungan interaksi antar-sesama manusia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati