Karhutla di Gunung Semeru Sulit Padam, Hanya Lewat Jalur Udara

Mitrapost.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur. Insiden tersebut telah menghanguskan 598 hektare (ha) lahan dan vegetasi alami.

“Perkembangan hingga siang ini, yang masih terjadi karhutla di Semeru,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Selasa (1/9/2026), dikutip Detik.

Menurutnya, kebakaran di Gunung Semeru sulit dipadamkan lewat jalur darat lantaran jalurnya dinilai curam, sehingga pemadaman hanya bisa dilakukan lewat jalur udara. Hal ini kemudian dilaporkan ke BNPB agar mengirimkan helikopter untuk melakukan water bombing.

“Semeru itu jauh dari jalan titiknya, ini titiknya di tebingnya sangat curam,” terang dia.

Alhamdulillah hari ini kita sudah meminta ke BNPB untuk helikopter yang sebelumnya standby di Jatim, dan sempat geser ke Lampung untuk pemadaman Sumatera. Sehingga, besok pagi (Rabu) bisa di-standby-kan di Bandara Abd Saleh dan melakukan water bombing di Semeru,” bebernya lagi.

Terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca (OMC), pihaknya menyebut masih belum bisa dilakukan di kawasan Semeru karena pembentukan awan hujan belum maksimal.

“OMC hingga hari ini belum bisa dilakukan karena awan hujan tidak maksimal. Kami sudah konsultasi dengan BMKG, namun persyaratan awannya tidak terpenuhi,” jelas Gatot.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan RI, masih ada 91 titik panas di Jawa Timur. Meski demikian, spot-spot tersebut belum tentu kejadian Karhutla. Titik panas itu bisa muncul karena pembakaran sampah maupun aktivitas pabrik.

Sementara itu, Karhutla di Gunung Arjuna-Welirang dan Gunung Wilis sudah padam.

“(Yang) di Ponorogo, kemudian Gunung Arjuno-Welirang, dan Gunung Wilis sudah padam,” kata Gatot. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati