Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 0,06% atau turun 3,98 poin ke level 6.595,78 pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, akibat meningkatnya tensi di Timur Tengah yang disebabkan oleh adanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Untuk Jumat, 4 September 2026, ruang naik diprediksi masih tersedia, tetapi indeks sudah mendekati resistance sehingga saham yang dipilih sebaiknya memiliki katalis dan likuiditas yang jelas, bukan sekadar mengejar saham yang sudah naik terlalu cepat.
BBRI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Selain karena sektor keuangan menguat ketika IHSG melemah, saham BBRI juga menunjukkan adanya indikasi akumulasi asing yang cukup jelas, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.390.
Lantaran likuiditasnya yang sangat besar, saham BBRI lebih layak dijadikan anchor ketika IHSG mencoba mempertahankan area 6.600, dengan prediksi kenaikan kisaran Rp3.440–3.500.
BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
Struktur volume yang lebih dari 108 juta saham dengan asing yang juga termasuk aktif melakukan pembelian, menunjukkan adanya penguatan yang terjadi pada BBCA, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp6.675.
Hal tersebut mengartikan bahwa minat beli belum sepenuhnya hilang setelah reli awal September. Apabila IHSG mampu bertahan di atas 6.600, maka peluang kenaikan pada saham ini akan terlihat dengan kisaran Rp6.750–6.850.
PTBA — PT Bukit Asam Tbk
Laba bersih semester I 2026 saham PTBA dilaporkan mencapai sekitar Rp2,64 triliun, naik 214,7% secara tahunan, sehingga kenaikan harga memiliki dasar fundamental yang lebih kuat daripada sekadar rotasi jangka pendek, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.720.
Jika terjadi pullback, maka kenaikan saham PTBA diprediksi berada dengan kisaran Rp2.800–2.870.
ANTM — PT Aneka Tambang Tbk
Sebagai eksposur logam/emas, saham ANTM menarik untuk diberikan ruang technical rebound apabila tekanan jual mulai mereda, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.030.
Sementara itu, saham ANTM diprediksi mengalami kenaikan dengan kisaran Rp3.100–3.170.
BRMS — PT Bumi Resources Minerals Tbk
Perlu diketahui, saham BRMS tercatat memiliki potensi pergerakan yang paling besar lantaran mulai mendapat respons beli. Selain itu, BRMS juga tetap mempunyai eksposur terhadap emas dan mineral, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp720.
Apabila sentimen sektor pertambangan kembali positif, volatilitas saham BRMS dapat lebih besar daripada big banks, yang harga kenaikannya berada dengan kisaran Rp750–780. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






