Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,15 persen ke level 6.688 pada Kamis (10/9/2026).
Pasar masih penuh volatilitas, sehingga trader perlu lebih selektif dan mengutamakan volume, momentum, serta konfirmasi pergerakan harga.
Berikut ini 5 saham potensial untuk strategi scalping.
- BULL — PT Buana Lintas Lautan Tbk
Saham ini menjadi salah satu saham paling aktif diperdagangkan pada 4 September. Volatilitas saham ini tinggi.
Kondisi ini memberikan ruang untuk scalping rebound, terutama jika mampu mempertahankan area Rp433–Rp436 dan kembali menembus resistance terdekat.
Saham ini sangat menarik untuk scalper agresif, tetapi tekanan jual perlu diwaspadai.
- DSSA — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Saham ini memiliki volume perdagangan besar dan pergerakan harga yang aktif. Saham ini juga mendapat foreign inflow besar pada perdagangan Jumat, meskipun pada penutupan keseluruhan terdapat tekanan distribusi.
Kombinasi likuiditas dan volatilitas membuat DSSA menarik untuk strategi momentum maupun buy on weakness. Sehingga menarik untuk scalping momentum, dengan konfirmasi volume wajib diperhatikan.
- VKTR — PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
Saham ini memiliki karakter pergerakan yang relatif agresif sehingga menarik bagi trader yang mengejar momentum intraday.
VKTR masuk jajaran saham dengan net distribution terbesar. Tekanan jual tersebut justru dapat menciptakan peluang technical rebound, tetapi entry sebaiknya menunggu pembalikan harga yang terkonfirmasi. Sehingga cocok untuk scalper agresif, dengan risiko lebih tinggi.
- ASII — PT Astra International Tbk
Saham ini merupakan saham blue chip dengan likuiditas tinggi, sehingga relatif lebih nyaman untuk strategi entry–exit cepat.
Tekanan jual asing membuat ASII menarik terutama untuk strategi buy on weakness/rebound, bukan mengejar harga. Sehingga cocok untuk scalping konservatif, terutama jika muncul tanda pembalikan.
- IATA — PT Karya Pacific Energy Tbk
Saham ini memiliki karakter volatilitas tinggi dan aktivitas perdagangan yang dapat meningkat drastis ketika muncul momentum.
Saham ini menjadi salah satu saham dengan foreign net sell terbesar pada sesi pertama, sementara harga turun cukup tajam. Koreksi tajam dapat membuka peluang technical rebound, tetapi risiko false rebound dan tekanan jual masih tinggi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com







