Mitrapost.com – Sejumlah saham listing di Bursa Efek Indonesia masih potensial untuk scalping hari ini. Meski demikian, penting bagi trader untuk mempertimbangkan faktor-faktor, seperti fundamental dan teknikalnya untuk profit maksimal.
Strategi utama bagi trader menunggu konfirmasi pembalikan atau breakout pada saham-saham yang bearish, bukan membeli hanya karena harga sudah turun. Selain itu, hindari mengejar harga yang sudah terlalu tinggi.
Berikut 5 saham yang potensial untuk scalping hari ini!
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Likuiditas BMRI sangat tinggi, sehingga relatif mudah untuk transaksi scalping. Fundamental perbankan ditopang oleh dana pihak ketiga, kredit, dan pendapatan bunga. Namun, trader tetap perlu memantau pos laporan keuangan lainnya. Secara teknikal, saham memberikan sinyal jual.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Aktivitas perdagangan saham cukup tinggi. Kinerjanya ditopang bisnis batu bara dan energi, sehingga pendapatan dan arus kas sensitif terhadap harga komoditas, volume produksi, serta biaya operasional. Teknikalnya menunjukkan sinyal jual dengan momentum pelemahan.
PT Petrosea Tbk (PTRO)
Volume perdagangan menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi untuk scalping. Fundamentalnya ditopang bisnis jasa pertambangan, rekayasa, dan konstruksi yang mendukung pendapatan. Teknikalnya masih menunjukkan sinyal beli untuk jangka pendek, namun jangka panjang masih memiliki sinyal jual. Momentum masih lemah.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Volume perdagangan menunjukkan likuiditas yang tinggi. Fundamental perbankan didukung oleh dana murah (CASA), kualitas kredit, pertumbuhan kredit, dan pendapatan berbasis komisi. Momentum masih melemah (bearish), namun jika harga bertahan ada kemungkinan berbalik arah.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Nilai transaksi relatif besar karena harga per sahamnya tinggi. Bisnis pertambangan batu bara menghasilkan eksposur terhadap harga jual batu bara, produksi, biaya penambangan, dan distribusi. Secara teknikal memberikan sinyal jual dan momentum masih lemah. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com







