IHSG Tertekan, Sektor Energi dan Konsumen Jadi Pilihan Defensif Perdagangan Saham Esok

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa, 29 September 2026, melemah 26,16 poin atau 0,43% ke level 6.121,70, akibat tekanan penjualan serta sentimen penyesuaian kebijakan harga minimum saham baru dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, IHSG diproyeksikan bergerak sideways cenderung menguji area support psikologis pada rentang 6.100–6.120 dengan potensi konsolidasi teknikal terbatas menuju area resistance terdekat di kisaran 6.200–6.230.

BBCA — PT Bank Central Asia Tbk

Sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar dan fundamental yang solid, BBCA diproyeksikan mengalami penurunan tekanan (base building) di sekitar level support utamanya, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp6.150.

Akumulasi minat investor institusi domestik pada awal kuartal IV berpotensi memicu technical rebound secara bertahap untuk menjaga stabilitas indeks, dengan kisaran Rp6.350 – Rp6.450.

ASII — PT Astra Internasional Tbk

Pasca koreksi teknikal yang terjadi bersamaan dengan penurunan pasar secara agregat, ASII mendekati area jenuh jual (oversold), terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.700.

Ketahanan konglomerasi bisnis serta ekspektasi pemulihan volume penjualan otomotif memberikan pijakan pertahanan untuk penguatan harian yang terukur, dengan kisaran Rp4.850 – Rp4.950.

MEDC — PT Medco Energi Internasional Tbk

Sektor energi menjadi salah satu dari sedikit sektor yang bertahan positif di tengah pelemahan IHSG, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.460.

Dalam hal ini, MEDC didukung oleh pergerakan harga komoditas minyak mentah dunia yang stabil, sehingga membuka peluang pengukuran resistensi teknikal harian melalui akumulasi volume beli yang konsisten, dengan kisaran Rp1.520 – Rp1.570.

INDF — PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Karakteristik sektor barang konsumen primer yang defensif menjadikan INDF sebagai instrumen alokasi modal aman di saat volatilitas pasar tinggi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp6.700.

Arus kas emiten yang stabil dan tingkat permintaan domestik yang terjaga menopang potensi penguatan harga menuju area batas atas harian, dengan kisaran Rp6.800 – Rp6.825.

BIRD — PT Blue Bird Tbk

Sektor transportasi termasuk saham BIRD berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan pasar, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.570.

Dalam hal ini, saham BIRD menunjukkan ketahanan tren teknis dengan pembentukan pola tinggi rendah jangka pendek, didorong oleh peningkatan aktivitas mobilitas masyarakat yang solid menjelang awal bulan, dengan kisaran Rp1.780 – Rp1.840. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati