Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,14 persen ke level 6.062 pada hari ini, Kamis (1/10/2026).
IHSG masih tertekan, tetapi tingginya volume dan volatilitas membuka peluang trading jangka pendek. Saham berlikuiditas tinggi dan memiliki volatilitas yang besar menarik untuk dipantau. Namun tetap perlu menunggu konfirmasi untuk masuk atau entry.
Berikut ini 5 saham yang potensial untuk scalping.
- BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Saham ini masuk tiga saham dengan transaksi terbesar pada 30 September. Saham ini mendapat tekanan tekanan jual asing sekaligus volatilitasnya cukup tinggi.
Kondisi tersebut menarik dipantau untuk technical rebound atau breakdown intraday, dengan syarat volume dan bid-offer memberikan konfirmasi.
- TLKM — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Saham TLKM menunjukkan likuiditas yang tinggi. Harga saham ini sempat turun. Foreign net sell termasuk yang terbesar di antara saham yang dipantau.
Tekanan jual besar dapat menghasilkan volatilitas intraday; pantau reversal dari support sebelum entry.
- BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada 30 September. Likuiditas yang sangat tinggi membuat BBCA menarik untuk scalping berbasis rebound maupun momentum, tetapi tekanan asing perlu diperhatikan.
- PACK — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk
PACK memiliki volatilitas yang sangat tinggi. Pergerakannya yang agresif membuat PACK menarik bagi scalper agresif, tetapi risiko false breakout dan reversal juga tinggi.
Namun tekanan distribusi perlu menjadi perhatian.
- BUMI — PT Bumi Resources Tbk
BUMI merupakan salah satu saham dengan volume perdagangan terbesar pada 30 September. Aktivitas perdagangan yang sangat besar membuat BUMI menarik untuk momentum scalping, terutama jika terjadi breakout atau rebound yang disertai lonjakan volume. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com







