Dibalik Banjir, Ada Satu Gerakan Menyatukan Jiwa Sosial

Catatan Direktur – Awal tahun 2020, dimana-mana banyak terjadi bencana di negeri Indonesia. Banjir dan tanah longsor, di Jakarta ribuan rumah warga tergenang dan cukup memprihatinkan kondisinya.

Tidak hanya Jakarta, daerah lain pun turut mengalami yang sama. Meskipun tak separah Jakarta, namun cukup mengkhawatirkan.

Misalkan di Pati, ada beberapa musibah mulai dari Jebolnya tanggul desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso dan jebolnya tanggul di desa Bogotanjung kecamatan Gabus.

Sementara, sebelum kejadian jebolnya tanggul di Tunjungrejo, sempat terjadi hujan lebat di pesisir lereng Muria sehingga debit air meningkat. Akhirnya tanggul tak mampu menahan derasnya air yang bercampur pasir. Setidaknya banjir sempat menggenangi pemukiman di desa Sekarjalak dan Desa Tunjungrejo.

Pemandangan yang menarik yakni, Kapolres Pati AKBP Bambang Yudantara Salamun berjibaku turun langsung memperbaiki tanggul.

Baca juga: Di Pati ada 70 Desa Rawan Banjir dan Tanah longsor

Hal ini jarang saya jumpai dalam kesempatan beberapa tahun lalu. Biasanya pejabat datang monitoring, bawa bantuan untuk pencitraan dan mengucapkan semoga cepat berlalu, endingnya bla bla bla.

Sebenarnya apa yang beliau lakukan sangat berkesan. Masyarakat butuh sosok seperti ini, yang benar-benar peduli. Bisa juga beliau tinggal perintah, namun sosok Kapolres ini ternyata tidak ingin hanya sekedar mengomando saja, namun benar-benar turun ke bawah.

Di beberapa video yang tersebar di media sosial, tentunya menginspirasi semua jajarannya bekerja keras dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam pikiran saya, ini bakal mencetak sejarah baru di Polres Pati dan tentunya Kabupaten Pati. Dan sekarang ini, banyak menginspirasi semua orang.

Satu gerakan menyatukan jiwa sosial!

Baca juga: Nelayan Kabupaten Rembang Siap Melaut dan Menjaga Laut Natuna

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berita Populer

Login untuk masuk,