Mitrapost.com – Suasana hati akan mempengaruhi bagaimana kita menjalani aktifitas. Hal ini lah yang sering menjadi problem dalam keseharian. Ketenangan hati dan ketenangan jiwa saling berkaitan dengan masalah lahiriah.
Faktor penyebab ketidaktenangan hati dan jiwa ini pun bisa berasal dari dalam diri atau faktor lingkungan di sekitar kita. Ketenangan jiwa bisa berasal dari faktor agama, faktor psikologi dan lain sebagainya.
Meskipun perasaan batin ini tidak tampak secara nyata, ia mampu berubah setiap waktu dan setiap saat. Bahkan bisa terlampiaskan dengan cara yang salah. Di sini lah saatnya kita meminta ketenangan hati.
Bacaan doa agar hati tidak gelisah
أَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الْرِّجَالِ
Allahumma Inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola’id daini, wa gholabatir rijali
Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”
Doa agar diberi ketenangan jiwa
أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
Allahumma inni as aluka nafsaan bika muthma innah tu,minu biliqooika watardho biqodoika wataqna’u bi’athoika.
Artinya : “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridha dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.”
Selain bermunajat, menenangkan hati juga bisa dilakukan dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan atau melakukan aktifitas yang mampu meluruhkan emosi seperti meditasi. (*)
Redaksi Mitrapost.com