Banyak Cabai Membusuk, Pedagang Terpaksa Naikkan Harga

Pati, Mitrapost.com Petugas Fungsional APHP Dispertan Pati, Rusmilah, mengatakan harga cabai merah keriting masih fluktuatif hingga bulan Maret ini.

Ia menjelaskan harga cabai merah keriting di tingkat pengecer berkisar dari Rp48.000-Rp 55.000 per kg. Sedangkan harga di tingkat petani berkisar dari Rp35.000-Rp 40.000 per kg.

Menurutnya salah satu faktor penyebab fluktuatifnya harga cabai merah keriting karena pembatasan jam operasional pasar hanya sampai jam 14.00. hal tersebut membuat cabai yang terjual pun sedikit.

Akibatnya cabai-cabai yang tidak terjual akan membusuk sehingga membuat pedagang cabai mengalami kerugian. Kondisi ini memaksa para pedagang menaikkan harga.

“Kebanyakan cabai kalau tidak terjual membusuk. Sehingga ada beberapa pedagang yang menyiasati untuk membatasi stok. Mereka memasok cabai yang sudah dipesan oleh pembeli terlabih dahulu,” ungkap Rusmilah.

Baca juga: Fluktuasi Harga Cabai di Pati, Terkendala Distribusi 

Menurutnya, cabai merah keriting adalah varietas cabai yang dihasilkan dari budidaya petani Kabupaten Pati.

“Cabai yang dibudidayakan di Kabupaten Pati adalah cabai merah keriting/cabe tampar menurut petani. Selain jenis cabe itu, aneka cabe dipasok dari daerah lain yaitu dari Bandungan.”

Berbeda dengan varietas cabai lainnya, seperti cabai rawit merah, cabai rawit hijau, cabai merah besar/lompong, dan cabai merah keriting taro yang didatangkan dari Bandungan, Kabupaten Semarang.

Meski demikian perbandingan harga cabai lokal dengan cabai yang didatangkan dari daerah lain tidak terlalu jauh.

“Perbandingan harga cabai keriting tampar yang berasal dari sini dengan cabai keriting taro yang berasal dari Bandungan terpaut antara Rp8.000 sampai dengan Rp 10.000. Misalkan, cabai lokal harganya menginjak hingga Rp45.000 per kg, maka harga cabai yang dipasok dari Bandungan berkisar Rp 53.000 sampai dengan Rp 55.000 per kg,” imbuhnya.

Sektor budidaya cabai di Kabupaten Pati diantaranya berada di wilayah Kecamatan Jaken, Kecamatan Jakenan, dan Kecamatan Pucakwangi.

“Lahan paling luas berada di Kecamatan Jaken. Selain itu, pedagang cabai di Jaken sangat banyak, serta kelompok taninya sangat bagus,” ujarnya.

Selain itu, Rusmilah juga mangatakan bahwa pemanfaatan cabe merah keriting di Kabupaten Pati digunakan untuk bahan masakan masyarakat yang menjadi konsumen. (*)

Baca juga: Tingkatkan Pertanian Kelapa di Pati, Bakal Ada Penambahan 1.500 Bibit

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa