oleh

Upah Buruh Diatas Rata-Rata Nasional, Pati Kekurangan Petani Muda

Pati, Mitrapost.com Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat daya beli petani atau pendapatan yang diterima buruh tani mengalami sedikit peningkatan pada tahun 2020.

Melansir data dari laman BPS, upah nominal harian buruh tani secara nasional pada September 2020 naik sebesar 0,08 persen dibanding upah buruh tani Agustus 2020, yaitu dari Rp55.677 menjadi Rp55.719 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen.

Sementara di Kabupaten Pati menurut keterangan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Pati Dinas Pertanian (Dispertan), Tarjono, mengatakan rata-rata upah buruh tani di Pati lebih tinggi daripada nilai rata-rata nasional yang disajikan BPS.

“Upahnya kalau petani memang selalu minta kenaikan, kalau hasilnya mengikuti. Rata-rata upah di sini mencapai Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per harinya,” kata Tarjono di Pati, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Dapat Bantuan Alat Angkut Panen, Petani Tembakau Pati Mengaku Senang

Lanjut Tarjono, nominal itu didapat jika para buruh bekerja dalam satu getek (sehari), bila setengah hari rata-rata pendapatan para buruh tani mampu mencapai Rp35 ribu. Sedangkan dalam satu hektar lahan biasanya memerlulan 20 hingga 30 buruh harian.

Kendati upah buruh di Pati lebih tinggi daripada rata-rata nasional, Tarjono mengaku sumberdaya buruh tani di Pati malah berkurang. Para pemuda lebih memilih lapangan pekerjaan yang lain.

“Semakin terbatas mencari buruh, tenaga kerja semakin tua-tua. Para orang muda jarang yang mau. Minat anak muda sekarang IT atau maunya kerja yang pabrik,” aku Tarjono.

Tak kehabisan akal, untuk meningkatkan minat pemuda untuk bertani, Dispertan Pati mencanangkan gerakan membimbing petani milenial dan sosialisasi mesin dan alat pertanian moderen.

“Kita masih lakukan pembinaan, membimbing dan perkenalkan Alsintan (alat mesin pertanian) mekanisasi. Sekarang sudah mulai pakai alat, jadi anak muda antusias menggunakan teknologi, lebih praktis,” kata Tarjono. (Adv)

Baca juga: Di Kalangan Petani Kacang Kedelai Kalah Pamor dari Kacang Hijau

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

Tentang Penulis: Moh. Anwar

Gambar Gravatar
Wartawan Area Kabupaten Pati

Berita Terkait