oleh

Video : Mahasiswa Udinus Ciptakan Alat Deteksi Diabetes dengan Sensor Cahaya

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com – Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berhasil menciptakan alat deteksi tingkat diabetes melitus dengan sensor cahaya. Digawangi oleh empat mahasiswa Fakultas teknik program studi S-1 Teknik Biomedis yakni Diana Almaas Akbar Rajah, Annelicia Eunice Arabelle, Nadiya Nurul, dan Kevin Tedjasukma.

Penelitian ini bahkan diganjar medali emas dalam ajang Asean Innovation Science and Entrepreneur Fair 2021. Alat tersebut merupakan satu satunya alat deteksi diabetes di Indonesia yang menggunakan sensor cahaya tanpa harus menusukan jarum dan melukai tangan penderita untuk mengambil sampel darah.

Alat yang diberi nama Gluconov ini berbentuk kubus kecil dengan lubang untuk memasukkan jari di atasnya. Gluconov menggunakan rangkaian sensor (spektrofotometri) memiliki komponen utama LED putih, Light Dependent Resistor (LDR), keping polikarbonat (CD), dan motor dengan mikrokontroler ESP32.

Baca Juga :   Video : Meski Dana Kena Refocusing, Gerakan Pati Literasi Dipastikan Masih Jalan

Dengan bantuan sensor cahaya, alat ini kemudian memproses data dan kondisi gula dalam darah si pasien melalui sambungan laptop atau ponsel pintar dengan bantuan logaritma.

“Jadi ketika jari dimasukan ada cahaya nanti cahayanya dipilah menjadi mejikuhibiniu begitu kemudian diukur serial. Merah berapa, kuning berapa, dan seterusnya kemudian dimasukkan algoritma. Nanti akan muncul indikator high dan law,” ucap salah satu dosen pembimbing, Sari Ayu saat ditemui di Udinus, Rabu (17/3/2021).

Ketua tim penelitian, Diana mengatakan alat ini bersifat non invasif atau tidak membutuhkan luka dan darah dalam proses deteksinya.