Mitrapost.com – Penanganan Covid-19 terus digencarkan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah, dimana sebelumnya terdapat sebuah program Jogo Tonggo yang dilakukan hingga lini terkecil.
Tidak hanya itu, juga terdapat inisiasi baru dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yaitu program Rembug Desa.
Program ini diciptakan sebagai salah satu usaha pemerintah Jateng untuk menangani pandemi Covid-19.
Nantinya, Ganjar akan melaksanakan rembugan online dengan para kades yang ada di Jateng, dan dilaksanakan secara bergilir tiap kabupaten.
Program ini digelar melalu zoom dan akan disiarkan melalui live streaming Youtube, Facebook, dan Instagram Ganjar Pranowo.
Program ini perdana dimulai pada hari ini, Senin (19/7/2021). Pertama kali dimulai dengan para kades yang ada di Banjarnegara. Kemudian di hari selanjutnya, akan dilakukan dengan para kades yang berada di zona merah wilayah Jateng.
Dalam Rembug Desa Bersama kades yang ada di Banjarnegara, Ganjar meminta dilakukan adanya tracing dan testing. Hal tersebut sebagai langkah pencegahan, karena Banjarnegara termasuk dalam wilayah dengan angka kasus positif yang cukup tinggi.
“Saya senang kalau nantinpak bupati melalui Dinkes, dilakukan lebih banyak testing dan tidak usah takut. Biasanya kalau ada testing, orang takut semuanya, karena nanti datanya kelihatan. Itu nanti jauh lebih baik, sehingga kita bisa tahu. Karena banyak yang kita temukan orang di rumah sakit, merasa tidak sakit dan sehat saja, dan kemudian ternyata dia mengidap dan kemudian kesulitan, pada saat mau dirujuk meninggal,” ujar Ganjar dalam tayangan live streaming Rembug Online
Program Rembug Desa, dilatarbelakangi pemikiran antara desa dengan masyarakat, dan aparaturnya sebagai garda depan melawan pandemi ini.
Dengan pendayagunaan potensi ini, diharapkan sebagai langkah perlawanan pandemi secara massif, terstruktur, dan sistematis.
Melalui Rembug Desa, Ganjar akan menjaring laporan dan masukan berdasarkan kondisi faktual lapangan serta yang diinginkan masyarakat di desa.
Dalam live streaming tersebut, Ganjar juga memberikan arahan langsung mengenai kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.
Selain itu, juga dilakukan diskusi dua arah, antara Ganjar dengan para kades dan juga pemerintah kabupaten. Sehingga menciptakan diskusi yang terbuka.
Diharapkan cara ini, dapat meminimalisir distorsi informasi. Sehingga pelaksanaan program PPKM Darurat berjalan efektif, efisien, dan dengan pendekatan humanis tanpa kekerasan.
Masyarakat juga diharapkan untuk memantau rapat online tersebut, sehingga dapat memberikan masukan dan mengetahui informasi yang disampaikan (*)
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra
Redaksi Mitrapost.com






