Pemalang, Mitrapost.com – Demi atasi masalah kekeringan di wilayahnya, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera realisasikan solusi yang lebih permanen.
Hal tersebut disampaikan bupati Ketika melakukan pemantauan penyaluran air bersih di desa Siremeng pada Rabu, (13/8/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agung mengungkapkan solusi yang direncanakan untuk mengatasi masalah tahunan tersebut.
“Kita sudah merencanakan, sudah berkoordinasi dengan DPU yang memang sumber airnya dari kabupaten lain, kita koordinasikan, insya Allah tahun 2022 sudah kita anggarkan, kita rencanakan dan akan kita realisasikan,” jelas Agung.
Kades Siremeng juga berharap adanya solusi yang lebih permanen untuk mengatasi kekeringan diwilayahnya.
“Harapan kami dari pemerintah desa sih penginya, ada penanggulangan kekeringan yang permanenlah. Artinya kepinginnya, kita kan pernah juga ada wacana bekerja sama dengan Banyumas yang rencanya akan mengadakan air bersih sampai ke sini, mungkin bisa di PAM (red-pipa) atau gimana,” harapnya.
Ia juga menuturkan bahwa selama ini, untuk kebutuhan air bersih, warga di desa mengandalkan dari air hujan.
Berbagai upaya pun telah dilakukan untuk menemukan sumber air tanah, namun hingga kini tak kunjung ditemukan.
“Upaya pengeboran itu tidak bisa (red-menemukan mata air) itu sudah dilaksanakan berkali-kali, artinya sudah disurvey, bahkan pernah mendatangkan dari ITB (Bandung) itu enggak bisa, memang enggak ada sumbernya,” terangnya.
“Masyarakat sudah terbiasa, tapi sih sangat berat, artinya kadang masyarakat punya kambingpun, kalau kemaraunya lagi panjang ini sampai dijual untuk mencukupi (red-kebutuhan air),” keluh Solikhin.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Wahadi menjelaskan, droping air ke desa-desa terdampak kekeringan tersebut menggunakan truk tangki kapasitas 5 ribu liter. Masing-masing desa mendapat alokasi dua tangki untuk 3-4 hari. (*)
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra
Redaksi Mitrapost.com