oleh

Tangani Covid-19, Dinkes Fokus 3T

Semarang, Mitrapost.com – Tangani Covid-19 di kota Semarang, Dinas Kesehatan kota Semarang meminta nakes untuk focus dengan tracing, testing dan treatment (3T).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakan menyatakan bahwa turunnya level PPKM dinilai dari beberapa indikator. Salah satunya adalah tracing dan testing yang target dari Pemerintah Pusat harus 3900 orang. Saat ini untuk jumlah kasus harian di Kota Semarang sudah turun cukup signifikan, bahkan bed occupancy ratio (BOR) pun juga sudah berkurang.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

“Sebaran kasus dari puncak Juni-Juli lalu kasus hariannya bisa mencapai 150 sampai 200 pasien. Saat ini kasus harian tidak lebih dari 10 bahkan sehari kadang cuma lima pasien. Dr Cipto, RSJ, Sultan AGung, beberapa rumah sakit tipe C tidak memiliki pasien Covid-19. Sementara pasien di rumdin hanya delapan pasien. Rumah sakit darurat Covid-19 pun sudah kami tutup,” jelas Hakam kemarin.

Baca Juga :   Pemprov Jateng Terima Predikat WTP ke-9

Hakam juga menjelaskan bahwa BOR di 20 RS rujukan cukup rendah, bahkan beberapa diantaranya sudah tidak ada pasien Covid-19.

Termasuk tempat isolasi terpusat yang tadinya ada enam, lima lainnya sudah ditutup dan hanya menyisakan rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Semarang yang pasiennya juga tinggal 8 orang.

“Karena angkanya turun, kita akan fokuskan nakes ke tracing dan testing. Tracer minimal bisa melakukan test ke 10 sampai 15 orang ketika menemukan kasus baru. Kemarin posisi kita masih 2,4 orang,” jelasnya.

Dari tingkat kesembuhan, kata dia pada pekan ke 33 sampai 34 ini mencapai 94 persen. Angka kematian pun sudah menurun drastis menjadi 0,8 kasus per 100 ribu orang. Sedangkan angka covid-19 sudah dibawah 5 per 100 ribu orang. Salah satu kendala yang ditemui Dinkes saat melakukan tracing dan testing ini adalah masyarakat masih malu dan takut untuk menyampaikan sejujurnya. Misalnya bertemu siapa, kemana saja dan lainnya.

Baca Juga :   Tembus 1000 Kasus, Islamic Center Jadi Tempat Isolasi

“Misal terungkap kan bisa di tes orang-orang tadi. Kalau misal hanya dirumah saja namun tertular, ya diambil testnya  orang satu rumah, tetangga kanan kiri. Kalau di kantor ya, teman kantornya akan kita test juga,” paparnya.

Hakam pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mau jujur, jika megalami gejala Covid-19. Dengan begitu, upaya penanganan bisa segera ditekan.

Bahkan pasien yang diantar oleh keluarga ke rumdin pun saat ini mulai dilakukan testing sebagai upaya menaikkan angka kontak erat. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait