oleh

Alex Noerdin Korupsi Dana Masjid, MUI : Bila Perlu Hukum Mati

Jakarta, Mitrapost.com – Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka di dua kasus dugaan korupsi berbeda dalam rentang waktu satu pekan. Dua kasus tersebut telah diusut oleh Kejaksaan Agung.

Status tersangka kedua didapat oleh Alex Noerdin usai Kejaksaan Agung menetapkan mantan gubernur ini sebagai tersangka korupsi Masjid Sriwijaya.

Penyidikan bermula dari mangkraknya pembangunan masjid padahal dana yang dikucurkan telah mencapai Rp 130 miliar.

Selain itu, penganggaran dana hibah Masjid Sriwijaya juga tidak sesuai prosedur mekanisme pencairan dana. Diketahui, penganggarannya hanya atas perintah Alex Noerdin.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku tak menyangka jika proyek pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan diduga dikorupsi senilai Rp 130 miliar. MUI pun menyarankan agar hukuman mati bagi koruptor dipertimbangkan.

Baca Juga :   Wakil Ketua DPR Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Wakil Sekjen MUI Bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah, menyebut para koruptor sudah tak memperdulikan lagi jenis dana yang mereka korupsi, bahkan pembangunan rumah ibadah sekalipun. Untuk memberikan efek jera, MUI ingin agar para koruptor diberi hukuman berat bahkan bila perlu diberi hukuman mati.

“MUI ingin agar para koruptor diberi hukuman berat, bila perlu hukuman mati,” ujarnya.

Alex Nuoerdin ditetapkan sebagai tersangka setelah pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dilakukan. Ia dianggap bertanggung jawab atas persetujuan dana hibah karena proses pencairan dana hibah yang tidak sesuai prosedur.

Meski Alex Noerdin telah ditahan kejaksan agung atas korupsi yang lain, kejaksaan belum berencana memindahkan penahanan Alex. Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka di dua kasus dugaan korupsi berbeda dalam rentang waktu satu pekan.

Baca Juga :   Gandeng KPK, Pemkab Blora Sosialisasikan Pengendalian Gratifikasi

Pada 16 September lalu, Kejaksaan Agung menetapkan Alex sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) milik Pemprov Sumsel periode 2010 hingga 2019.

Kemudian pada 22 September, Kejagung menetapkan Alex sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembuatan Masjid Sriwijaya, Palembang. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul “Alex Noerdin Korupsi Rp 130 M Dana Masjid, MUI Minta Pertimbangan Hukuman Mati untuk Koruptor”.