Mitrapost.com– Pesawat pengebom Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) nyaris disergap pesawat Sukhoi asal Rusia. Hal tersebut dilakukan karena pesawat pengebom itu sempat mendekati wilayah udara Rusia di atas Samudra Pasifik pada Minggu (26/9).
Mengetahu hal tersebut, pesawat jet tempur Rusia langsung dikerahkan untuk membuat pesawat AS menjauh dari wilyah udara Rusia. Dilansir dari DetikNews (28/9/2021), kantor berita Rusia, TASS, dalam laporannya yang mengutip Pusat Komando Pertahanan Nasional Rusia menyebut tidak ada pelanggaran perbatasan Rusia dalam insiden itu.
“Tiga jet tempur Sukhoi-35S milik Rusia dikerahkan untuk mengawal sebuah pesawat pengebom strategis B-52H milik AS, yang mendekati wilayah udara Rusia,” laporan kantor berita TASS.
“Awak-awak jet tempur mengidentifikasi target sebagai pesawat pengebom strategis B-52H milik Angkatan Udara AS dan mengawalnya melintasi Samudra Pasifik,” tambah laporan tersebut.
“Tidak ada pelanggaran terhadap perbatasan negara Rusia atau kedekatan berbahaya antara pesawat-pesawat itu di udara,” tegas TASS dalam laporannya.
Berdasaarkan laporan TASS, jet-jet tempur Sukhoi-35S milik Rusia telah mematuhi aturan internasional dan kembali ke pangkalan setelah pesawat militer AS menjauhi perbatasan Rusia.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat belum menanggapi adanya insiden tersebut. Insiden ini sekaligus menandai adanya interaksi NATO antara pesawat AS dan pesawat Rusia.
Sebelumnya, pada Maret lalu, NATO Mengirimkan 10 jet-jet tempur untuk mencegat dan melacak aktivitas tidak biasa dari pesawat pengeboman jet tempur Rusia di atas Laut Utara, Laut Hitam dan Laut Baltik.
Dikutip dari laman US Air Force, B-52H Stratofortress adalah pengebom berat jarak jauh yang dapat melakukan berbagai misi.
Semua B-52 dapat dilengkapi dengan dua sensor tampilan inframerah, elektro-optik, dan pod penargetan canggih untuk meningkatkan penilaian pertempuran, penargetan, dan keselamatan penerbangan, kemudian akan megoptimalkan pertempuran.
B-52 dilengkapi dengan pod penargetan tingkat lanjut. Pod penargetan memberikan deteksi target jarak jauh yang bisa ditingkatkan, identifikasi, dan pengawasan stabil berkelanjutan untuk semua misi.
Pesawat ini memiliki jangkauan tempur tanpa bahan bakar lebih dari 14.080 kilometer (8.800 mil). (*)
Artikel ini telah tayang di detiknews.com dengan judul, “Bomber AS Nyaris Disergap Sukhoi Rusia di Udara”