Pati, Mitrapost.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati masih belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional.
Hal ini disampaikan Kepala Disdagperin Kabupaten Pati Hadi Santosa. Ia menjelaskan, pada tahap awal penerapan aplikasi ini di Pati, akan dipasang di pusat perbelanjaan modern, seperti swalayan.
“Swalayan ADA sudah pakai aplikasi tersebut, kemudian swalayan Luwes masih dalam proses,” katanya kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya, Kamis (30/9/2021).
Kemudian melihat dari karakteristik pasar tradisional sendiri, memang berbeda dari mal. Terutamanya, para pedagang dan pengunjung.
“Karakteristiknya berbeda, kalau orang yang datang ke mall kebanyakan pasti sudah punya HP Android. Sedangkan di pasar tradisional masih jarang yang punya HP, terutama pedagang,” ungkapnya.
Hadi melanjutkan, kebijakan dalam menerapkan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional akan ditunda dahulu. Adapun salah satu pertimbangannya adalah capaian vaksinasi yang masih rendah.
“Kita juga mempertimbangkan capaian target Vaksinasi di Kabupaten Pati. Pertanggal 27 September kemarin, baru sekitar 28% an yang sudah di Vaksin, masih rendah,” jelasnya.
Ia menegaskan, nantinya semua sektor akan memakai aplikasi PeduliLindungi, seperti di pasar tradisional, tempat pariwisata, dan masih banyak lagi.
Tim Redaksi Khusus Video dan Konten