Jakarta, Mitrapost.com – Partai Buruh dinilai tidak akan bertahan lama jika hanya mengandalkan segmentasi pemilih buruh. Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno, para buruh sudah tergabung dengan organisasi masing-masing.
“Buruh itu serikatnya banyak, tidak hanya KSPI. Mereka ini terpecah-pecah dalam berbagai mazhab dan kepentingan politik yang berbeda-beda,” ujar Adi, Selasa (5/10/2021).
Diketahui, sosok Said Iqbal menjadi pimpinan partai tersebut. Saat ini Said juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Selain itu, Adi menyarankan agar Partai Buruh tidak menyederhanakan konstituen dari golongan buruh. Sebab, para buruh secara individual telah terafiliasi dengan berbagai partai politik.
“Banyak dari buruh ini merupakan pemilih PDI-P, Golkar, Nasdem, Demokrat hingga PKS itu mereka juga pilih,” sambungnya.
Selain itu, Adi juga menerangkan bahwa perjalanan Partai Buruh untuk bisa terlibat dalam kontestasi pemilu 2024 cukup berat. Pasalnya, Partai Buruh harus lolos verifikasi faktual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlebih dahulu.
“Karena parpol calon kontestan pemilu itu berkas administratifnya harus lengkap, dan ini proses yang tidak mudah,” ucapnya.
Setidaknya, untuk bisa lolos verifikasi faktual KPU, Partai Buruh harus memiliki 30 persen kader perempuan. Kemudian, partai ini juga mesti memiliki pengurus di daerah yang menjangkau 75 persen wilayah kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia.
Jika ditelisik ke belakang, dulu sempat pernah ada Partai Idaman yang didirikan oleh raja dangdut H. Rhoma Irama. Partai tersebut tak lolos verifikasi faktual KPU tahun 2018. Sehingga partai tersebut tak bisa mengikuti kontestasi pemilu 2019.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Partai Buruh termotivasi dari kekalahan para buruh dalam menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Said mengungkapkan, Partai Buruh ingin memperjuangkan suara kaum buruh di parlemen. Sehingga perjuangan tersebut tidak lagi dilakukan di jalanan melalui aksi demonstrasi. (*)
Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul “Partai Buruh Dinilai Tidak Akan Bertahan Lama, jika Hanya Mengandalkan Pemilih Buruh”.
Redaksi Mitrapost.com