Pati, Mitrapost.com – Beberapa pekan lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati disibukkan dengan vaksinasi massal. Bahkan beberapa puskesmas menggelar vaksinasi hingga malam hari.
Hal ini dilakukan lantaran ribuan vaksin terancam kadaluwarsa bila tak segara digunakan. Syukurnya, tidak ada vaksin yang mengalami kadaluwarsa.
“Alhamdulillah. Dengan bekerja sama semua pihak, vaksin yang terancam kadaluwarsa habis. Kita ndak sampai kadaluwarsa. Habis nol,” tutur Kepala Dinkes Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pati selepas menghadiri rapat koordinasi, pada Selasa (2/11/2021).
Ia mengungkapkan pihaknya bekerja keras untuk menghabiskan vaksin jenis Astrazaneca yang kadaluwarsa pada tanggal 31 Oktober 2021. Beberapa puskesmas menggelar vaksinasi massal.
“Kita buka di sore hari itu sampai malam yang masih punya sasaran dan bisa menggerakkan masyarakat ya dilaksanakan. Memang kerja keras dan berpikir keras kemarin itu,” lanjut Aviani.
Aviani menuturkan pada beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan 140 ribu dosis peralihan dari DKI Jakarta dan Sumatera. “Kemudian ada realokasi dari Kabupaten lain sebanyak 5 ribu dosis jadi total 135 ribu dosis yang harus kita habiskan maksimal tanggal 31 Oktober lalu,” kata dia.
Sebanyak 65 tim vaksinator di 29 puskesmas dan vaksinator di 10 rumah sakit dikerahkan. Pihaknya juga menggelar vaksinasi di Stadion Joyokusumo, Alun-alun Tayu, Depan PG Trangkil dan Lapangan Sepakbola Desa Kayen.
Tim Redaksi Khusus Video dan Konten






