Rembang, Mitrapost.com– Arif Dwi Sulistya Juru bicara Satgas Covid -19 Kabupaten Rembang mengatakan Pemkab Rembang akan menerapkan pembatasan dalam libur perayaan natal dan tahun baru agar tak terjadi ledakan kasus Covid-19 seperti saat Idul Fitri beberapa waktu yang lalu.
Ia menerangkan akan ada kebijakan memperpendek cuti karyawan Nataru dengan harapan bisa meminimalisir terjadinya kerumunan di tempat strategis.
“skenarionya mungkin hampir sama dengan cuti lebaran kemarin bahwa tetap dibatasi kegiatannya, cuti karyawan kita mengikuti insruksi pusat. Libur mungkin tidak panjang mengurangi angka kerumunan sehingga tidak terjadi gelombang selanjutnya,” terang Arief kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantor Bupati Rembang, hari ini Selasa (2/11/21).
Kemudian kaitannya dengan pengaturan arus mudik, agar tak menimbulkan kerumunan akan didirikan pos-pos mudik di tempat-tempat strategis. Namun untuk penyekatan hingga menghalau para pemudik masih dipertimbangkan.
“Kalau mudik ada pos pengamanan. Tapi untuk penyekatan terlalu dini untuk disampaikan,” kata Arief.
Arief mengatakan tidak menutup kemungkinan aktivitas masyarakat pada Nataru tahun ini lebih longgar dibandingkan tahun kemarin. Pasalnya capaian vaksinasi di Rembang sudah tinggi yakni 50 persen lebih, dan ditargetkan akan terus bertambah.
Secara umum Arif belum bisa berbicara lebih banyak terkait protokol perayaan natal dan tahun baru, namun yang jelas menyambut hari-hari raya tersebut Pemerintah Rembang terus genjot program vaksinasi agar herd immunity di lini masyarakat segera terbentuk.
“Yang dikejar sekarang percepatan vaksinasi dari pemerintah pusat hingga daerah. Syukur nanti bisa 70-80 persen penduduk bisa tervaksinasi sehingga kita kebal,” kata Arief.
Arief pun terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Pasalnya meski sudah memasuki PPKM level 2 sebaran Covid dan ledakan kasus bisa kapan saja terjadi khususnya di hari raya. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






