Semarang, Mitrapost.com– Banjir melanda RT 01/RW 01 Jalan Irigasi Utara, Kelurahan Mangkang Kulon Tugu yang membuat warga sempat mengungsi ke rumah warga lain. Banjir tersebut terjadi lantara parapet tanggul kali Plumbon yang jebol.
Warga mengaku luapan air Kali Plumbon yang melimpas hingga badan jalan dan masuk menggenangi rumah warga pada Kamis (4/11/2021) petang kemarin ketinggian air mencapai 25-30 centimeter.
Salah-satu warga, Junarsih (35) mengatakan, tanggul Kali Plumbon jebol sekitar pukul 18.56 WIB. Setelah sebelumnya turun hujan deras beberapa jam pada Kamis (4/11/2021) sejak pukul 17.00 WIB. “Air masuk rumah setinggi sedengkul orang dewasa. Kalau air di jalan sampai sepaha, karena arus deras sehingga peralatan masak di dapur, seperti kompor, kulkas, alat lainnya hanyut terbawa arus air, “katanya, saat ditemui di rumahnya, Jumat (6/11/2021).
Dikatakan dia, kejadian kebanjiran ini, sudah beberapa kali terjadi saat musim penghujan. Dan menurutnya sebelumnya, justru lebih besar. “Kalau kemarin pas banjir sempat mengungsi sebentar di rumah tetangga yang lebih aman. Bisa buat saya untuk tidur dan makan sementara yang kebetulan rumahnya dua lantai,”imbuhnya.
Setelah banjir surut, kata dia, sekitar pukul 23.00 WIB, dirinya kembali pulang untuk bersih-bersih rumah. “Ada 23 rumah warga yang terdampak banjir, pagi ini melanjutkan bersih-bersih rumah dari air lumpur. Sedangkan untuk makan warga dibantu sukarelawan yang menyiapkan makanan di dapur umum yang didirikan BPBD Kota Semarang,”terangnya.
Camat Tugu, Kusnandir mengatakan, saat ini tengah dilakukan pembersihan lokasi dampak tanggul jebol sungai Plumbon. Untuk mengantisipasi banjir susulan, karena cuaca akan sering hujan, pihaknya bersama BPBD, Babinsa, Babinkamtibmas, Ansor, TNI, relawan berinisiatif membuat tanggul sementara berupa karung yang diisi pasir.
“Sambil membersihkan sisa sisa lumpur yang terbawa arus air sampai jalan. Untuk pembersihan kami dibantu juga dari Damkar dan PU yang ikut kerjabakti membersihkan sisa lumpur di jalan,”terangnya, saat meninjau di lokasi banjir.
Ditambahkan, dia ada sebanyak 41 KK terdampak banjir setinggi 25-30 centimeter. ” Tidak ada rumah yang roboh maupun korban jiwa. Kerugian kurang lebih ditaksir sebesar Rp 15 Juta, “katanya.
Selain itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BBWS Pemali-Juana dan Pemkot Semarang untuk penanganan tanggul jebol. Karena sudah dua kali terjadi di lokasi yang sama.
“Tanggul jebol kali ini sepanjang 5-7 meter, kalau yang sebelumnya lebih panjang sampai 15 meter. Sementara ini perbaikan talut sementara dengan ditutup karung diisi pasir. Karena nanti siang baru dari BBWS datang ke lokasi, “terangnya.
Untuk titik pembersihan, lanjut dia, diutamakan di fasilitas umum seperti masjid, dan pondok pesantren agar bisa tetap digunakan masyarakat dan aktivitasnya tetap berjalan normal.
“Untuk bantuan ke warga terdampak, BPBD sudah mendirikan dapur umum. Dapur umum ini akan didirikan sekitar 3 hari kedepan. Bantuan logistik berupa sembako dari BPBD sudah datang tadi malam. Sedangakan Damkar dan PDAM memberikan bantuan untuk stok air kegiatan pembersihan rumah warga,”ujarnya.
Dia berharap, warga tetap waspada dengan potensi bencana pada musim hujan ini. “Semoga setelah Normalisasi Kali Beringin selesai, kedepannya aman dari bencana banjir, “pungkasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com




