oleh

ASN Pati Dilarang Berpergian Saat Libur Nataru

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Bupati Kabupaten Pati Haryanto, melarang para aparatur sipil (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bepergian ke luar daerah atau berwisata ke destinasi wisata saat libur hari raya Natal dan tahun baru (Nataru).

Larangan ini berlaku selama dua pekan, mulai tanggal 20 Desember 2021 hingga tanggal 2 Januari 2022.

Kebijakan ini berdasar pada Surat Edaran Menteri PANRB No. 26/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN Selama Periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Peraturan ini dibuat sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Baca Juga :   Sisa Rp652 Juta, Dana BTT Pemkab Pati Ditambah Rp61 Miliar

“Selama Nataru 2022 ini PNS tidak diperkenankan pergi kemana-mana. Mulai tanggal 20 Desember 2021 sampai tanggal 2 Januari 2022,” ujar Haryanto kepada awak media, Rabu (8/12/2021) kemarin.

Namun, larangan ini dikecualikan bagi ASN yang cuti melahirkan dan cuti sakit bagi PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, cuti karena alasan penting juga diperbolehkan bagi PNS.

“Kecuali ada alasan penting baru kita berikan izin,” kata Haryanto.

Bagi ASN yang tak mentaati aturan ini, pemerintah akan memberikan sanksi. Mulai dari sanksi teguran, teguran tertulis dan sanksi administrasi lainnya.

“Sanksi adalah sanksi administrasi. Karena untuk kepegawaian ada sanksinya. Mulai teguran, teguran tertulis dan lainnya. Ada tahapan-tahapannya. Karena semuanya harus taat dan patuh. Selama ini patuh. Birokrasi itu harus patuh aturan,” tutur Haryanto.

Baca Juga :   Hingga 2020, 80 Persen Warga Pati Telah Terdaftar Sebagai Peserta Program JKN KIS

Kebijakan ini berlaku kepada ASN, lantaran pegawai pemerintah ini mempunyai gaji tetap dan berpotensi pergi ke berbagai tempat, aik destinasi wisata maupun tempat perbelanjaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, serta meminimalisir penyebaran virus corona, maka diperlukan adanya aturan ini.

“Karena biasanya PNS yang meramaikan pariwisata mall. Karena punya gaji tetap meskipun sedikit,” tandas Haryanto. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar