Rembang, Mitrapost.com – Peringatan bencana hidrometeorologi akibat curah hujan yang tinggi di Provinsi Jawa Tengah nampaknya telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak Januari lalu. Akibatnya Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah yang terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.
Akibat curah hujan yang tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang saat ini disibukkan oleh berbagai laporan masyarakat mengenai bencana yang terjadi di wilayah mereka.
Setidaknya terdapat empat kecamatan di Kabupaten Rembang yang terendam banjir akibat cuaca ekstrem. Kecamatan yang paling terdampak akibat banjir yakni Kaliori, Sumber, Lasem, dan Pancur.
“Dan dengan intensitas curah hujan yang tinggi itu, di pertengahan Februari sampai sekarang ini memang sudah terjadi berbagai kejadian bencana. Tanah longsor, jembatan ambrol, dan juga ada banjir,” ungkap Sri Jarwati selaku Kepala BPBD Kabupaten Rembang kemarin, Rabu (9/3/2022).
Dalam upaya menanggulangi bencana di daerahnya, BPBD Kabupaten Rembang nampaknya tidak bekerja sendirian. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga menerima tanggungjawab untuk melakukan piket dengan durasi 24 jam agar siap menerima laporan masyarakat.
“BPBD membuat siaga piket bencana selama 24 jam. Dan sejak terjadinya ini (bencana), semua OPD atas perintah Pak Sekda (Sekretaris Daerah) bersama dengan BPBD yang piket pada hari itu turun bersama kami,” ungkapnya.
Wanita yang kerap disapa Anjar itu juga mengimbau kepada masyarakat terutama yang bertempat tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah perbukitan untuk selalu waspada akan bencana yang kerap kali datang tanpa bisa diprediksi.
“Kami selalu mengimbau kepada masyarakat yang bertempat atau berpenghuni di bantaran sungai dan perbukitan agar selalu waspada, hati-hati terhadap curah hujan yang tinggi,” imbaunya.
Anjar mengatakan peringatan dari BMKG telah disosialisasikan kepada masyarakat setiap selesai melakukan evakuasi di lapangan. Masyarakat diharap tidak lengah sebab cuaca ekstrem masih berlangsung hingga bulan ini. (*)






