Mitrapost.com – Nama Presiden RI ke-2, Soeharto tidak tercantum dalam Kepres 1 Maret, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), anak Soeharto anggap pemerintah bunuh diri.
Perlu diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi meneken Keppres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara pada 24 Februari 2022. Keppres itu mengatur terkait Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang jatuh pada 1 Maret.
Diketahui Kepres tersebut adalah Keppres Nomor 2 Tahun 2022 terkait Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949. Titik mengatakan seharusnya pemerintah memasukkan nama Soeharto karena berperan dalam kejadian 1 Maret.
“Lucu aja gitu ya. Orang jelas-jelas ada di situ, orang yang ada di situ diilangin perannya, tapi orang yang tidak ada di situ dimasuk-masukin. Kan sebenarnya aneh saja, pemerintah bunuh diri saja gitu. Orang yang berperan ditipeks, yang tidak berperan dimasukin. Emang orang tidak punya catatan sejarah?” ujar Titiek Soeharto di sekretariat YSRI, Jalan Salak, Guntur, Jakarta Selatan dikutip dari Detik News, pada Jumat (11/3/2022).
Dalam hal ini, Titiek mengungkapkan bahwa kejadian serangan umum 1 Maret dapat dilihat di arsip nasional yang terbuka umum untuk public baik yang ada di Indonesia maupun Belanda.
Titiek mengatakan bahwa nama Soeharto yang tidak tertulis dalam Kepres merupakan suatu hal yang lucu.
“Saya rasa bisa dilihat di arsip nasional, mau di Belanda kek, di Indonesia, di mana ada, tuh catatan semuanya, lucu aja aku sih. Kita, sudahlah… biar rakyat yang menilai,” kata Titiek.
“Buat saya sih, kan sudah kasatmata, sudah tertulis dalam sejarah peran Pak Harto di situ. Kalau mau diilang-ilangin, biar rakyat saja yang menilai,” tambah dia.
Artikel ini telah datang di Detik News dengan judul “Titiek Heran Nama Soeharto Tak Ada di Keppres 1 Maret: Pemerintah Bunuh Diri”
Redaksi Mitrapost.com






