oleh

Jalan Pati-Rembang Macet, Dewan Pati: Jangan Selalu Menyalahkan Pemerintah

Pati, Mitrapost.com – Kemacetan kembali terjadi di Jalan Pantura arah Pati-Rembang. Kemacetan terjadi sejak Minggu malam (20/3/2022) hingga sekarang, Senin (21/3/2022). Jalur di Kecamatan Juwana, Pati hingga Kecamatan Kaliori, Rembang masih dipadati antrean kendaraan umum dan pribadi.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo meminta masyarakat agar tidak selalu menyalahkan pemerintah atas terjadinya kemacetan ini.

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut mengatakan kemacetan sejatinya disebabkan cuaca ekstrim. Kendati demikian, Bandang meminta agar pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif.

“Hari ini kita resah karena jalan karena cuaca yang ekstrim. Kita jangan menyalahkan pemerintah. Pemerintah daerah juga harus mencarikan jalan alternatif, karena jalur tersebut sampai lumpuh total ini sejak tadi malam, ” kata Bandang saat diwawancara usai Rapat Paripurna hari ini, Senin (21/3/2022).

Baca Juga :   Ada 329 Menara Telekomunikasi di Pati Terdampak PPKM

Terpantau, sejak pagi tadi jalanan Jalan Pantura Pati-Rembang macet total. Jazil, salah seorang pengguna jalan yang merupakan karyawan asal Lasem, Rembang yang bekerja di Pati mengaku akibat peristiwa ini dirinya membutuhkan waktu dua kali lipat untuk sampai di kantornya.

“Kemacetannya dari Pati Desa Gadingrejo atau Guyangan sudah macet, Pabrik Rajawali Perkasa Furniture itu sudah macet ke arah timur sampai Desa Dresi,” kata dia.

Jika biasanya ia hanya membutuhkan waktu satu setengah jam berkendara dengan motor, pagi ini bisa sampai membutuhkan waktu tiga jam.

“Berangkat pukul 06.00 sampai pukul 09.00. Biasanya hanya satu jam setengah ini sampai tiga jam. Itu saya membawa motor. Kalau yang pakai mobil malah ada yang ndak bisa tembus. Balik arah,” kata dia.

Baca Juga :   Pemerintah akan Membentuk 120 CSIRT Hingga Tahun 2024

Begitupun dengan Shofiana, seorang warga Pati yang bekerja di Rembang, ia juga merasa kesulitan melakukan perjalanan di ruas jalan Pati-Rembang.

Ia mengaku dengan menaiki bus antar daerah membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam 45 menit untuk sampai ke tempat kerjanya. Padahal bus yang dinaikinya sudah melewati jalur alternatif Jakenan-Sumber.

“Saya berangkat dari rumah pukul 06.00, biasanya pukul 07.15 sudah sampai kantor. Hari ini sampai sekitar pukul 09.45. Itu menggunakan bus antar provinsi,” ujar wanita yang akrab disapa Shofi. (*)