Dinkes Terus Menggenjot Vaksinasi Booster Jelang Ramadan

Semarang, Mitrapost.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Semarang terus menggenjot vaksinasi booster jelang bulan Ramadan.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19, jelang Idulfitri.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam memprediksi bahwa akan terjadi mobilitas yang tinggi Ketika libur lebaran. Dimana mobilitas ini, dapat meningkatkan angka penyebaran virus. Oleh karenanya, protokol Kesehatan dan vaksinasi booster terus digalakkan.

“Mungkin sebulan atau 15 hari setelah Lebaran akan ada kenaikan kasus meski tidak sebesar Februari lalu. Jumlahnya belum bisa diketahui berapa,” ujar Hakam.

Berdasarkan keterangannya, hingga kini capaian vaksinasi booster masih berada di angka 30,9 persen dari sasaran.

Pihaknya pun terus menggenjot vaksinasi booster untuk masyarakat, yang diharapkan dapat menekan laju terjadinya ledakan kasus.

“Belajar periode yang sama tahun lalu, setiap libur Lebaran pasti angkanya naik. Maka, kami genjot capaian vaksinasi booster agar angka penularan dan kematian bisa ditekan,” jelasnya.

Hakam melanjutkan, masyarakat tak perlu takut mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) seusai vaksin booster.

Menurutnya, gejala demam atau pegal-pegal pasca vaksinasi merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu ditakutkan.

Pasalnya, vaksin merupakan virus yang dilemahkan sehingga wajar jika menimbulkan reaksi di tubuh.

“Justru, kalau ada reaksi seperti panas ataupun pegal ini wajar karena vaksinasi bekerja di dalam tubuh, nah ini yang harus dibangun,” tegasnya.

Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk melakukan percepatan vaksinasi booster di kota Semarang. Salah satunya adalah dengan melakukan upaya jemput bola hingga tingkat RW. Selain itu, pihaknya juga membuka layanan vaksinasi selama 24 jam, yang bertempat di rumah dinas wali kota Semarang.

“Kita terus genjot capaian booster agar kasus tidak naik lagi diantaranya mengaktifkan vaksinasi tingkat RW dan vaksinasi 24 jam di rumdin,” sebutnya.

Ia menambahkan bahwa untuk capaian vaksinasi dosis pertama, telah berada di angka 125 persen. Sedangkan, vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 113 persen.

Meski begitu, Dinkes masih membuka sejumlah sentra vaksinasi di beberapa tempat, namun terdapat penurunan target.

Sebelumnya, Dinkes bisa melakukan suntik vaksin sebanyak 10 ribu hingga 15 ribu sasaran. Namun, saat ini turun menjadi 8 ribu sasaran per hari.

“Vaksinasi harus disosialisasikan lebih masif karena manfaat vaksinasi ini banyak, bisa menekan angka penularan dan angka kematian. Kalaupun terpapar hanya gejala ringan ataupun tidak bergejala,” terangnya.

Dia mencontohkan, ada 7.800 orang yang terpapar Covid-19 hingga Februari lalu. Karena mayoritas telah mendapat vaksin dosis pertama dan kedua, angka kematian pun tidak sebanyak tahun lalu. Terdapat 74 orang yang meninggal dunia pada 2022 ini dengan mayoritas memiliki penyakit komorbid.

“Jika dibandingkan tahun lalu, angkanya besar dan yang parah banyak. Intinya vaksinasi ini bisa menekan angka penularan dan kematian,” ucapnya. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati