11 Negara dengan Tingkat Pernikahan Dini Tertinggi di Dunia  

Mitrapost.com – Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh anak-anak atau remaja yang usianya masih dibawah umur. Pernikahan dini terjadi karena adanya beberapa faktor seperti status ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan dan faktor tradisi yang sudah ada atau turun temurun. Namun pernikahan dini juga memiliki beberapa dampak seperti kematian bagi ibu dan sang bayi saat melahirkan, karena panggul sang ibu belum berkembang dan masih sempit dan juga bisa menyebabkan robeknya pada dinding rahim yang bisa menyebabkan pendarahan. Namun dampak yang sudah jelas tidak dihiraukan dan masih banyak pernikahan dini yang terjadi.

Apakah negara Indonesia termasuk kedalam negara dengan angka pernikahan dini tertinggi di dunia?

Nah ini adalah adalah beberapa negara dengan tingkat pernikahan tertinggi di dunia

 

  1. Ukraina

Ukraina menjadi negara dengan tingkat pernikahan dini dengan angka tertinggi di dunia, pernikahan dini di negara Ukraina didasari oleh faktor status ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Meski negara ini memiliki minimum usia 18 tahun untuk menikah, tetapi negara Ukraina memiliki pengecualian untuk usia 16 dan 17 tahun diboleh menikah dengan izin pegadilan. Alasan dibolehkan usia 16 dan 17 tahun untuk melakukan pernikahan yaitu kehamilan. Anak yang sudah melakukan pernikahan cenderung putus sekolah, memiliki sedikit kesempatan untuk bekerja dan melakukan isolasi sosial. Dan survei menunjukan sekitar 10% anak perempuan di negara ini menikah sebelum umur 18 tahun. Pernikahan dini di Ukraina merupakan tradisi tradisional di mana pengantin laki-laki dan perempuan dianggap mengikuti “jalan yang benar.”

 

  1. Georgia

Georgia merupakan negara Eropa yang pernikahan dini sudah menjadi terlalu umum. Pernikahan di negara ini merupakan tradisi sudah lama yang belum memudar selama berabad-abad. Persentase anak perempuan yang sudah sudah menikah dibawah umur di Georgia sebesar 17%, persentase tersebut belum jelas pasalnya warga disana memiliki celah dalam undang-undang dengan menunda pendaftaran pernikahan. Georgia sendiri memiliki minimum usia 18 tahun untuk menikah, namun usia 16 tahun oleh menikah dengan persetujuan orang tua.  Rata-rata pernikahan dini di Georgia terdiri dari seorang gadis muda atau anak-anak yang menikah dengan pria yang lebih tua. Gadis-gadis ini didorong ke dalam ke dunia orang dewasa yang jauh lebih keras.

 

  1. Turki

Turki menjadi negara dengan tingkat pernikahan dini tertinggi, pasalnya sebagian pernikahan dini di Turki terjadi karena paksaan dan untuk menghindari diri dari pelecehan. Namun pelecehan di negara tersebut sudah menjaadi umum dengan banyaknya wanita menikah di usia 15-24 tahun menjadi korbannya. Negara ini memiliki minimum usia 17 tahun menikah, tapi anak usia 16 tahun bisa menikah dengan keadaan tertentu. Orang tua di Turki menganggap pernikahan dini menguntungkan secara ekonomi bagi mereka, pasalnya perempuan dipandang sebagai mulut tambahan untuk memberi makan dari mas kawin yang diberikan. Pernikahan dini juga dianggap sebagai cara unuk menjaga keperawanan dan kebajikan seorang gadis.

 

  1. Albania

Negara dengan tingkat pernikahan dini tertinggi ke empat yaitu Albania. Orang tua di negara ini menikahkan anaknya dengan pria kaya yang akan dibayar mahal. Beberapa orang tua menganggap menstruasi sebagai tanda bahwa anaknya sudah cukup umur untuk menjadi pengantin wanita. Sehingga banyak wanita yang menikah di usia 13 tahun. Negara ini memiliki minimum menikah pada usia 18, tanpa syarat usia juga diizinkan. Konstitusi di negara ini berjanji untuk memberikan perlindungan tambahan kepada anak-anak, tetapi pernikahan dini di negara ini masih saja terjadi. Banyak pernikahan dini yang tidak diakui secara hukum, karena tidak adanya data yang konkret. Hal itu terjadi secara umum di kalanganan etnis Roma dan daerah perdesaan miskin.

 

  1. Kanada

Kanada merupakan negara progresif, namun pernikahan dini di negara tersebut masih ada. Minimum usia untuk menikah di negara ini yaitu 16 dan 17 tahun dengan persetujuan orang tua mereka. Dan anak-anak  dipaksa untuk menikah dan dibawa ke luar negeri untuk dinikahkan. Namun ada juga kasus ilegal anak usia 15 tahun dinikahkan dan dibawa ke Missouri untuk menikah. Anak-anak yang menikah lebih rentan secara fisik dan emosional dapat menderita pelecehan di tangan pasangan mereka.

 

  1. Belgia

Negara yang terkenal dengan coklat dan wafelnya ini menjadi salah satu negara dengan pernikahan dini tertinggi. Pada tahun 2010 dan 2013 ada 56 pernyatan pernikahan dini yang dilaporkan ke polisi. Mereka menganggap jumlah anak yang menikah dengan jumlah laporan kemungkinan lebih tinggi jumlah anak yang menikah. Perkawinan dini paling umum terjadi di kantong etnis dan geografis tertentu di Belgia. Afghan dan Romas adalah dua kelompok etnis di mana pernikahan dini diketahui terjadi di Belgia. Anak-anak di sana menganggap pernikahan dini normal dan tidak perlu dipertanyakan, karena itu kehendaknya sendiri.

 

  1. Brazil

Brazil adalah negara yang melazimkan pernikahan dini, pasalnya undang-undang di negara ini memperbolehkann menikah pada usia 16 dengan izin orang tua. Pada 2010 dari 40.000 gadis brazil yang berusia 10-14 tahun menikah karena kasus pelecahan atau hamil. Faktor tradisi juga mempengaruhi pernikahan dini, serta kemiskinan yang menjadi peran penting dalam kasus ini. Anak-anak yang menikah lebih mungkin berhenti sekolah dan mengalami pelecehan. Brazil juga menduduki peringkat ke 7 kasus pembunuhan dari 84 negara dan peringkat ke 4 kasus pernikahan dini.

 

  1. Afrika Selatan

Afrika Selatan merupakan negara yang meng-ilegalkan pernikahan dini, namun masih banyaak praktek pernikahan dini terjadi seperti ukuthwala. Ukuthwala adalah sekelompik pria yang menculik seorang gadis atau wanita muda yang salah satunya mau menikahinya. Kemudian pria tersebut membujuk gadis dan orang tuanya untuk dinikahi, tidak banyak dari mereka yang  setuju dan bahkan banyak orang tua menginginkan anak gadisnya untuk diculik. Praktet seperti ini memiliki dampak bagi perempuan, karena bisa tertular penyakit menular seksual  dan hamil. Gadis yang diculik dan dinikahi akan putus sekolah dan berhenti mengejar cita-citanya.

 

  1. Inggris Raya

Inggris Raya memiliki minimum usia menikah yaitu 18 tahun, namun berbeda dengan di Skotlandia yaitu 16 tahun. Dan orang tua dapat mengizinkan anaknya untuk menikah pada usia 16 atau 17 tahun tanpa persetujuan anak. Orang tua di negara ini membohongi anaknya dengan bilang berlibur di negara lain tapi mereka disana dinikahkan, hal seperti itu terjadi dinegaranya sendiri. Menikah pada usia dini akan menimbulkan dampak kematian.

 

  1. India

UNFPA mengatakan ada 47% anak perempuan di India melakukan pernikahan dini, sebelum usia yang ditetapkan secara hukum. Meski hukum di India melarang hal tersebut, namun agama serta hukum personal membolehkan hal itu.

 

  1. Amerika Serikat

Negara bebas dan beraani tidak semata-mata lepas dari ank yang dipaksa untuk melakukan pernikahan dini. Meski undang-undang disana melarang anak yang berusia dibawah 18 tahun tidak boleh menikah, tetapi ini termasuk pengecualian di mana orang tua dapat mengizinkan anak berusia 16 dan 17 tahun dan para hakim dapat mengizinkan anak yang lebih kecil untuk menikah. Dan terkadang orang tua membawa anaknya ke luar negeri untuk dinikahkan sebelum anaknya memiliki visa atau berusia 12 tahun.

Nah itu tadi adalah beberapa negara dengan tingkat pernikahan tertinggi di dunia.

Gimana tanggapannya menngenai pernikahan dini, tulis di kolom kometar.(*)

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati