Duta Budaya Pati, Putra Putri Penggerak Kebudayaan Daerah

Pati, Mitrapost.com – Menjadi Mbak dan Mas duta Budaya tidak hanya sebatas mengandalkan kesempurnaan fisik, tetapi harus diimbangi dengan kecerdasan, kepribadian yang baik, dan kemampuan diri yang representatif untuk mengenalkan Budaya lokal Kabupaten Pati.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Agustinus Heri Santoso, penyelenggara event Duta Budaya Pati, yang hingga kini telah berjalan selama enam Periode.

Duta Budaya diharapkan dapat menjadi sosok terdepan dalam menggali, mempromosikan, bahkan menjadi penggerak kebudayaan daerah yang dapat diandalkan oleh pemerintah.

“Duta budaya sendiri kita lebih cenderung melestarikan kebudayaan seni budaya dan tradisi kabupaten Pati. Otomatis dari pemilihan atau gelar duta budaya kita memiliki tujuan bisa melestarikan kebudayaan di kota Pati,” ujar Agustinus dalam sebuah wawancara dengan Mitrapost.com.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta dalam ajang Duta Budaya, merupakan praktisi atau setidaknya menguasai cabang kesenian asli Bumi Mina Tani.

Sementara Shinta Amarawati, salah seorang juri Duta budaya menambahkan, proses seleksi dilakukan sangat ketat, lantaran Duta Budaya bagi Pati memiliki peranan yang cukup sakral.

Shinta bahkan menyebut Duta Budaya bukan hanya event sesaat. Karena para peserta otomatis akan tergabung dalam paguyuban Mas Mbak Duta Budaya Pati untuk mengakomodir promosi kebudayaan di tingkat Jawa Tengah bahkan Nasional.

“Juga kita harapannya mereka nggak hanya menang di event daerah saja. Target tetap ada mereka harus menang sebagai Putri Pariwisata, Putri Budaya tingkat Jawa Tengah atau Nasional,” ujar Shinta.

Karina Moudy Widodo, pemenang mbak Duta Budaya tahun 2022 kepada Mitrapost.com membagikan pengalamannya tertarik mengikuti event Duda Budaya. Siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 01 Pati itu menceritakan, sejak kecil sudah dikenalkan dengan budaya Pati, melalui mengikuti les tari tradisional dan atau sekedar melihat kesenian ketoprak.

Sebagai Mbak Duta Budaya, masih banyak project promosi kebudayaan yang ia harus jalankan, baik secara langsung maupun melalui media sosial

“Awalnya ikut ingin membanggakan mama dan kota Pati. Yang paling dekat ini ada bagi takjil sih. Tapi kedepan bakal sering ekspose kebudayaan Pati di instagram Duta Budaya Pati. Dan fokusnya lebih ke kebudayaan tradisional,” katanya.

Begitu juga dengan Ubaidillah Aldianto pemenang Mas Duta Budaya tahun 2022, Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Pati itu juga bertekad untuk mengenalkan kesenian lokal yang disukainya kepada generasi muda ditengah gempuran budaya asing dan teknologi.

“Saya aku harus bisa mengemban amanah para lembaga untuk membranding budaya di Pati. Sebagai pembicara di sekolah-sekolah saya bisa mengenalkan Sedekah bumi, ketoprak, wayang,” tandas Ubaidillah. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati