Ketersediaan Hewan Kurban Dipastikan Aman Jelang Iduladha

Purbalingga, Mitrapost.com – Menjelang Iduladha, ketersediaan hewan kurban di kabupaten Purbalingga dipastikan aman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam.

Masih dari keterangannya, total populasi hewan kurban seperti ternak sapi di kabupaten Purbalingga saat ini mencapai 12.500-an ekor.

Ditambahkan, jumlah sapi yang disembelih untuk keperluan kurban di Purbalingga kurang lebih sebanyak 3.000-an ekor tiap tahun. Saat ini, terdapat sekitar empat ribu sapi jantan dewasa, sebanyak 3.500 ekor di antaranya dalam kondisi sehat sempurna. Artinya, kebutuhan hewan kurban, terutama sapi dapat tercukupi.

Mukodam juga menambahkan, terdapat dua ekor sapi yang dinyatakan positif terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK), sedangkan 21 ekor sapi lainnya berstatus suspek.

Baca Juga :   Video : Pemeriksaan Hewan Kurban, Temuan Cacing Hati hingga Belum Cukup Umur

Namun demikian, Mukodam menegaskan, kondisi tersebut belum menggangu pasokan ternak, terutama untuk kebutuhan hari raya Iduladha nanti.

Guna meminimalisir terjadinya penyebaran PMK yang lebih luas, pihaknya melakukan pembatasan arus pengiriman dan penerimaan hewan ternak yang keluar dan masuk wilayah Purbalingga.

”Kami meminta masyarakat tenang dan tidak perlu khawatir, karena hewan ternak terpapar PMK pun masih aman untuk dikonsumsi, asalkan bagian jeroan bagian mulut, kepala kaki sebelum keluar dari tempat penyembelihan, harap direbus terlebih dahulu 30 menit,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (26/5/2022).

Mukodam menambahkan, pihaknya akan menerbitkan panduan berkurban, yakni memadukan antara tata cara penyembelihan hewan kurban saat pandemi Covid-19 dan pencegahan penyebaran PMK. Panduan tersebtu diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pihak terkait, sehingga pelaksanaan ritual kurban tetap sesuai kaidah agama dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :   Adu Banteng, Kecelakaan di Kerdukepik Wonogiri Tewaskan Pemotor

“Panitia kurban dan seluruh personel, atau tenaga teknis yang mengurusi, serta masyarakat penerima daging kurban tetap sehat, aman dari penularan Covid-19, tidak menjadi vektor penyebaran PMK, dan daging yang dikonsumsi masyarakat tetap ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal),” pungkasnya. (*)

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati