Terdampak Inflasi, Disdagperin Pati dan TPID Antisipasi Gejolak Harga Pangan di Tingkat Pedagang

Pati, Mitrapost.com – Hadi Santosa selaku Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyampaikan bahwa pihaknya masih terus memantau kenaikan harga pangan di Kabupaten Pati.

Pasalnya, harga pangan sangat begitu terdampak dari adanya inflasi yang melanda Indonesia sepanjang tahun 2022 ini.

“Harga pangan menjadi penyumbang inflasi utama sepanjang tahun ini. Harga cabai rawit, bawang merah, ayam hingga telur bergantian melambung tinggi sehingga inflasi kelompok harga pangan bergejolak,” ucap dia kepada Mitrapost.com saat ditemui langsung di kantornya, Kamis (1/9/2022).

Ia menyebut, kenaikan harga pangan yang saat ini menjadi perhatian masyarakat adalah telur ayam.

“Komoditas yang saat ini sangat berpengaruh yaitu kenaikan harga telur ayam, harga sudah mencapai Rp31.000 per kilogram pada 31 Agustus 2022 dan untuk saat ini belum ada laporan,” tuturnya.

Ia menambahkan kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh harga pakan ayam yang juga naik. Mengingat kebutuhan pakan ternak ayam didatangkan dari luar negeri.

“Pakan ternak itu kan kebanyakan dari impor dan untuk bahan baku pakannya sendiri juga naik. Walaupun kita sudah bisa buat pakan sendiri, tapi kan bahannya impor dari luar,” kata dia.

Hadi mengatakan peternak ayam yang terdiri dari ayam petelur dan ayam ras masih berusaha menyesuaikan pakan karena harganya juga naik.

Disdagperin Kabupaten Pati bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkolaborasi mengantisipasi adanya gejolak kenaikan harga pangan di tingkat pedagang pasar.

“Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Daerah segera melakukan koordinasi apabila terjadi kenaikan beberapa komoditas, untuk saat ini kenaikan telur sama cabai saya kira belum begitu berpengaruh secara signifikan kenaikannya,” ujarnya.

“Misalnya harga cabai melonjak, antisipasinya kemarin ada saran, masing-masing rumah tangga mbok nanam cabai sendiri kan bisa, jadi tidak harus beli,” sambung Hadi.

Ancaman krisis pangan ini tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 hingga tahun ini. Selain pandemi, perang antara Rusia dan Ukraina juga menjadi penyebab inflasi karena adanya pembatasan ekspor. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati