Pati, Mitrapost.com – Kasus pemerasan di SPBU Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati masih terus didalami oleh penegak hukum setempat.
Di sisi lain, hari ini Senin (12/12/2022) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) kabupaten Pati melakukan pengukuran tera ulang di SPBU Tlogorejo.
Pengujian dilakukan terhadap Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) dan yang dipakai SPBU Tlogorejo.
Petugas Teknis Upt Metrologi, Disdagperin Pati, Susilo Adi Prayitno menjelaskan bahwa pengukuran ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada konsumen terhadap pelayanan di SPBU Tlogorejo.
Terlebih beberapa waktu lalu, viral SPBU yang berlokasi di tengah kecamatan Tlogowungu tersebut merasa menjadi korban pemerasan dua oknum wartawan yang mendakwa dicurangi saat mengisi BBM, dan mengaku bahwa isi tangkinya tidak bertambah.
Pengukuran tera ulang dilakukan dengan bejana ukur. Bejana diisi dengan bahan bakar umum sebanyak 20 liter. Alat yang ditera ulang adalah dispenser BBM dan “nozzle gun” di SPBU.
Dari rangkaian pengukuran yang dilakukan, Susilo menyatakan hasilnya cukup memuaskan. Seluruh nozzle di SPBU Tlogorejo dinyatakan berfungsi optimal dan perhitunganya cukup akurat.
BBM yang dikeluarkan dari setiap nozzle juga masih dalam ambang toleransi.
“Masih di atas range toleransi. Setelah kita lakukan pengujian semua batas toleransinya masih range yang diizinkan. Masih diperbolehkan secara aturan teknis,” ujar Susilo saat diwawancarai awak media.
“Alat itu kan dinamis mengeluarkan cairan. Kemungkinan berubah plus dan minus. Kisarannya masih dibawah 50 mili, masih bagus,” imbuhnya.
Sementara Erwin Setyo Pramono, Pengawas SPBU Tlogorejo merasa lega atas pengujian yang dilakukan oleh Dinas terkait.
Ia mengharapkan, kepercayaan masyarakat terhadap SPBU Tlogorejo tidak menurun pasca kejadian pemerasan yang dialaminya.
Pengukuran ini juga diharapkan mampu menangkal berita hoax, jika oknum wartawan mengunggah berita palsu tentang pelayanan SPBU.
“Saya takutkan seperti itu masyarakat tidak terlalu mengerti hoax atau tidak. Itu merugikan kami juga. Kalau sudah dicek seperti ini kan sudah jelas,” ujarnya.
Pasca pemerasan, Erwin mengaku jumlah pengunjung di SPBU tidak mengalami penurunan.
“Masih bagus jumlah pengunjungnya. Soalnya berita hoaxnya kan belum diunggah,” tandasnya. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






