Bacaan Doa Setelah Mendengar Adzan

Mitrapost.com – Usai mendengar adzan, ada doa yang disunahkan untuk dibaca. Hal ini juga diamalkan oleh Rasulullah SAW.

Doa ini bisa dibaca sebelum kemudian memanjatkan doa, karena waktu antara adzan dan iqomah adalah waktu yang diijabah oleh Allah SWT.

Lafal doa setelah mendengar adzan:

Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal ‘aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna dan sholat yang ditegakkan ini, berikanlah dengan limpah karunia-Mu kepada Nabi Muhammad kedudukan dan keutamaan (paling tinggi) dan limpahkanlah kepadanya tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan.”

Dalam sebuah hadist disebutkan cara bagaimana umat Islam harus menjawab saat adzan dikumandangkan.

“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 384).

Hadist lainnya yang juga menyebutkan perkara ini adalah sebagai berikut.

“Aku mendengar Abu al-Malih bercerita dari Abdullah bin ‘Utbah, dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar muadzin (mengumandangkan adzan), Nabi berucap sebagaimana ucapan muadzin hingga ia diam (berhenti).” (Hadits hasan riwayat Imam Ibnu Khuzaimah, Imam al-Hakim, Imam al-Nasai, Imam Ahmad, dan Imam Abu Ya’la).

Hadist-hadist di atas sudah sangat jelas jika sunnah hukumnya untuk menjawab seruan adzan. Cara menjawab adzan ialah dengan melafalkan ucapan serupa. Namun untuk lafal “hayya ala assholat dan hayya ala alfalaah” dibalas dengan “la haula walla quwwata illa billah”. Itu sesuai dengan hadist berikut yang berbunyi:

Dari Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar muadzin mengumandangkan adzan beliau berucap seperti yang diucapkan muadzin. Ketika muadzin berucap: Hayya ‘alash shalah, hayya ‘alal falah, Nabi mengucapkan: Laa haula wa laa quwwata illaa billahi” (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah).” (HR Imam Ahmad bin Hanbal).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati