Ketahui Keutamaan Berdoa di dalam Agama Islam

Mitrapost.com – Umat muslim dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT jika memiliki permintaan. Allah telah berfirmaan di dalam Al-Quran lewat QS. Gafir ayat 60 yang berbunyi;

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’” (QS Gafir: 60)

Rasulullah juga bersabda, doa merupakan senjata bagi orang-orang yang beriman.

الدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

Artinya, “Doa adalah senjata orang mukmin, pilar agama (Islam), dan cahaya langit dan bumi.” (HR Al-Hakim).

Dilansir dari NU Online, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali dalam kitab monumentalnya, Ihya’ Ulumiddin menjelaskan bahwa doa tidak berarti menolak takdir yang diberikan. Doa juga tidak serta merta dilakukan hanya untuk meminta manfaat kepada Allah SWT. Doa dilakukan sebagai bentuk ketaatan terhadap-Nya.

Imam Al-Ghazali menyebut seseorang yang berdoa sedang mengajak orang lain untuk tidak terlena melakukan kemaksiatan dengan alasan menerima takdir Allah. Sebaliknya, dengan berdoa, seseorang meminta kepada Allah agar orang-orang yang masih melakukan keburukan segera diberikan kesadaran.

وَلَا يُخْرِجُ صَاحِبَهُ عَنْ مَقَامِ الرِّضَا وَكَذَلِكَ كَرَاهَةُ الْمَعَاصِي وَالسَّعْيُ فِي إِزَالَتِهَا بِالْأَمْرِ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ لَا يُنَاقِضُهُ

Artinya, “(Doa) tidak mengeluarkan dirinya dari posisi ridha (pada takdir). Begitu juga dengan membenci maksiat dan berupaya untuk menghilangkannya dengan cara memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran tidak merusaknya (merusak posisinya dari ridha pada takdir).” (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin).

Sayyid Murtadha bin Muhammad al-Husaini az-Zabidi juga menjelaskan, berdoa membuktikan seseorang percaya dan membutuhkan kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa. Apalagi, tata cara berdoa telah dipraktekan oleh nabi-nabi terdahulu.

 فَأَمَّا الدُّعَاءُ فَقَدْ تَعَبَّدَنَا بِهِ وَكَثْرَةُ دَعْوَاتِ رَسُوْلِ اللهِ وَسَائِرِ الْاَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ

Artinya, “Adapun doa, maka sungguh (Allah) telah memerintahkan kita untuk berdoa, dan telah banyak doa-doa Rasulullah dan para nabi lainnya.” (Sayyid Murtadha, Ithafus Sadah al-Muttaqin).

Selain itu, Imam al-Ghazali menjelaskan, doa dilafalkan untuk memohon ampunan, membentengi diri dari perbuatan maksiat dan menolong agama islam. Artinya, berdoa adalah salah satu upaya seorang hamba untuk melaksanakan perintah Tuhannya. Berdoa adalah salah satu ibadah yang mulia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati