Bag Cinta Bersemi di Halte, Kisah Cinta Guru Wanita dan Siswa di Jaktim Curi Perhatian

Mitrapost.com – Bagaikan judul sinetron Cinta Bersemi di Halte. Salah seorang guru di Ciracas Jakarta Timur dan muridnya saling jatuh cinta.

Pembuktian cinta tak memandang usia ini bermula ketika intensitas pertemuan antar jemput antara guru bernama Evatia Widianti dan siswanya, Mardiansyah.

Meskipun terpaut usia 10 tahun, kehidupan mereka bahagian. Hingga saat ini tengah menanti kelahiran anak keenam.

Dilansir dari TikTok @evatia_mardian. Dalam unggahannya, Evatia membagikan momen tersebut.

“Saat masih jadi murid dan guru. Saat mengabadikan momen indah. Saat family time,” tulis keterangan video @evatia_mardian.

Ia pun menjelaskan bahwa wal hubungan mereka banyak pro kontra bahkan pertentangan.

“Saat aku memutuskan mencintai muridku sendiri dengan segala pro dan kontra dari banyak pihak, awalnya ada keraguan apakah nanti berakhir bahagia, tapi hatiku yakin engkau adalah jawaban atas doaku, kau adalah takdir terbaik yang Allah berikan kepadaku. Hampir sebelas tahun aku bersamamu, pahit, manis, suka dan duka telah aku lalui. Semoga ke depannya keluarga kita semakin dilindungi, dirahmati dan diberkahi Allah SWT serta mendapat syafaat dari baginda Rasulullah SAW #masukberan #alasanmasihbersama #menikahdenganguru #suamikumuridku #masyaallahtabarakkallah❤❤❤,” tulis akun TikTok @evatia_mardian.

Eva lantas bercerita saat itu bertindak sebagai guru PPKN di SMK Perguruan Cikini, ia sering diantar jemput oleh suaminya itu.

“Saya dan suami bertemu di SMK Perguruan Cikini yang berlokasi di Jakarta Utara tahun 2012,” kata Evatia, dikutip dari Detik News, pada Senin (29/5).

“Saya mengajar suami saya hanya satu tahun saat suami kelas X saja. Awalnya suami saya itu sering dimintai tolong antar jemput ke halte busway karena rumah saya di Ciracas, Jakarta Timur jadi setiap hari saya minta tolong suami saya dan saya berikan upah untuk dia jajan,” tutur Eva.

Intesitas dan komunikasi pun dijalani oleh Eva dan suami. Hingga mereka saling nyaman satu sama lain.

“Karena sering berkomunikasi jadi sering bercerita sehingga jadi paham satu sama lain. Akhirnya timbulah rasa sayang satu sama lain,” jelasnya.

“Awalnya saya tidak menganggap serius perasaan ini karena tidak mungkin kayaknya kita bersatu. Namun suami kirim surat cinta menyatakan perasaannya kalau dia sayang sama saya dan ingin membahagiakan saya,” tambah Eva lagi.

Saat itu, Eva tidak membalas surat cinta dari Mardiansyah, sebab ia menganggap ada peranan guru dan murid.

“Sebenarnya kisah ini tak patut dicontoh karena pada saat itu saya masih jadi gurunya. Akhirnya banyak pro kontra di sekolah. Banyak guru yang memperbincangkan tidak baik sehingga saya sampai dipanggil kepala sekolah. Namun ternyata kepala sekolah hanya berpesan agar tidak terlalu memperlihatkan kedekatan kita berdua karena menjaga semuanya agar tetap baik-baik saja. Kalau masalah jodoh kan di tangan Tuhan, takutnya kalau saya melarang ternyata Tuhan memang menuliskan saya dan suami berjodoh, itu ucap almarhum pak Sukirun kepala sekolah SMK 1 Perguruan Cikini saat itu,” tutur Eva.

“Saya minta dinikahi saja karena saya tidak mau membuang waktu saya dan waktu itu juga ada yang mau serius dengan saya. Akhirnya dia memberanikan diri bertemu dengan ayah saya minta untuk menikah tapi tiga kali dia minta tidak disetujui namun akhirnya kami tetap untuk dinikahkan,” ucap Eva.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati