Mitrapost.com – Gagak hitam sering kali dikaitan dengan pertanda buruk dan kesialan. Namun, pada dasarnya, hewan ini memiliki keunikan tersendiri dan tidak hanya sekadar mitos dari cerita mulut ke mulut.
Burung yang memiliki nama latin Corvus macrorhynchos ini sebagian besar memiliki bulu hitam pekat dengan bercak putih atau abu-abu di tengkuk dan bahu. Paruhnya ramping dan melengkung, serta memiliki panjang badan antara 28 hingga 38 cm. Gagak hitam merupakan spesies yang berasal dari beberapa bagian Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Beberapa mitos yang beredar mungkin berasal dari penampilan burung gagak hitam yang terlihat menakutkan, juga suaranya yang mengerikan. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut mitos-mitos yang berkembang dan dipercayai oleh sebagian orang.
Tanda kematian
Mitos pertama ini banyak dipercayai oleh masyarakat Indonesia dan juga Eropa. Mereka menganggap burung gagak hitam yang berkicau di tempat tak terduga, atau jarang ditempati oleh burung tersebut, itu merupakan pertanda bahwa aka nada berita kematian dari seseorang yang tinggal di wilayah tersebut.
Burung gagak sendiri biasanya berkicau menjelang maghrib hingga tengah malam.
Pertanda masalah besar
Kedatangan gagak hitam juga disebut sebagai tanda datangnya bencana alam. Ini dulu dipercayai oleh suku Cherokee di Amerika. Selain itu, sekelompok atau gerombolan burung gagak hitam terbang dan datang di wilayah suku Cherokee, juga dipercayai akan terjadi masalah besar yang bertubi-tubi.
Wujud dewi Morrigan
Orang-orang Celtic di wilayah Eropa dulu mempercayai bahwa burung gagak hitam merupakan sosok dewi bernama Morrigan. Dewi Morrigan ini dikaitkan dengan kematian dan hantu atau setan. Saat burung gagak hitam muncul saat terjadi peperangan atau pemakanan, mereka percaya bahwa itu perwujudan dewi Morrigan yang bertugas sebagai perantara antara dunia manusia dan roh.
Jelmaan tukang sihir
Pada zaman Inggris kuno, masyarakat percaya bahwa kedatangan gagak hitam merupakan jelmaan penyihir hitam. Orang-orang percaya bahwa penyihir tersebut memiliki keahlian untuk mengubah bentuk menjadi burung gagak hitam.
Faktanya: Burung gagak merupakan hewan cerdas
Disamping mitos-mitos yang beredar, pada dasarnya burung gagak merupakan salah satu hewan yang cerdas. Penelitian menemukan bahwa spesies Corvus ini mampu menunjukkan perilaku sosial yang kompleks. Mereka disebut kooperatif satu sama lain.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa gagak bisa membentuk ingatan jangka panjang yang memungkinkan mereka mengenali perilaku dan wajah manusia. R.H Wiley, seorang peneliti menyebut gagak bisa mengingat lokasi sumber makanan dan perubahan lingkungannya. Hewan tersebut tidak hanya selaras, namun juga bisa belajar. Artinya, mereka mampu melakukan pembuatan keputusan berdasarkan pengetahuannya.
Demikian penjelasan tentang mitos dan fakta burung gagak. (*)






