Pati, Mitrapost.com – Sebanyak 143,6 hektar lahan pertanian milik warga di Kecamatan Gabus Pati akhirnya memperoleh klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari perusahaan asuransi pertanian milik pemerintah, Jasindo.
Berdasarkan total perolehan AUTP bagi para petani yang juga tergabung dalam beberapa kelompok tani yang berada di desa terdampak banjir, menerima total pencairan uang sebesar Rp861,96 juta.
Diketahui bahwasanya ratusan hektar yang menerima asuransi tersebut merupakan peserta pendaftar AUTP Jasindo yang mengalami kebanjiran pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023.
Melalui Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gabus, Eni Prasetyowati menerangkan bahwa total terdapat 8 kelompok tani yang memperoleh bantuan AUTP tersebut.
“Dari Desa Wuwur ada 2 kelompok, kemudian, Tanjang 2 kelompok, kemudian Mintobasuki, Kelompok Tani Desa Kosekan, untuk total ada 8 kelompok dengan total 861.960.000,” ungkapnya saat menghadiri penyerahan AUTP beberapa waktu yang lalu.
Melalui data yang disampaikan dari taksiran kerugian masing-masing kelompok mempunyai jumlah yang berbeda. Diantaranya yang disetujui terbesar yakni dari Pompa Tani Dukuh Ngantru sebesar Rp153.450.000 dengan luas total lahan gagal panen 25,59 hektar.
Kemudian yang selanjutnya dari Petani Desa Wuwur, Karnadi yang memperoleh AUTP sebesar Rp150 juta dengan luas lahan kebanjiran sebanyak 25 hektar. Dan terbesar ketiga dari Kelompok Tani Jaya Dua Desa Wuwur dengan luasan lahan 22 hektar dan ganti rugi Rp132 juta.
Sementara itu, melalui salah satu petani yang berasal dari Desa Wuwur, Jadi menerangkan jika ia menyambut dengan sumringah pemberian klaim tersebut.
Ia mengaku lahan pertanian di wilayahnya setidaknya terendam banjir dalam kurun waktu yang cukup lama yakni sekitar 4 bulan.
Jadi mengungkapkan atas pemberian klaim tersebut, akan digunakan untuk membayar hutang yang sebelumnya telah dipergunakan untuk melakukan pengolahan lahan pasca banjir.
“Alhamdulillah dengan adanya klaim asuransi ini, saya bisa gunakan untuk melunasi hutang, yang dulu saya gunakan untuk menuakan tanaman kami yang kebanjiran hampir 4 bulanan itu,” ucapnya. (*)






