Pati, Mitrapost.com – Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pati, Andi Hirawadi menyebut, 80 persen sapi di Pati telah divaksin PMK (penyakit mulut dan kuku) dan LSD.
Ketersediaan vaksin dalam kondisi masih aman dan program vaksinasi masih berjalan.
“Kalau ternak formulasinya dinamis sekali. Ini sudah 80 persen sudah divaksin. Ini masih berjalan LSD dan PMK,” kata Andi saat diwawancara mitrapost di kantornya.
Program vaksinasi terus digencarkan untuk mengejar kekebalan komunal ternak.
Dispertan Pati mencatat, populasi sapi di Kabupaten berjumlah 110 ribu ekor. Hingga hari Raya Idul Kurban, ditargetkan sebanyak 100 ribu sapi telah divaksin PMK, sementara untuk LSD menyesuaikan, mengingat stok vaksinnya yang terbatas.
Diketahui, sepanjang bulan Januari hingga Juni 2023, sebanyak 1.500 ekor sapi di Pati telah terjangkit PMK. Penyakit ini telah menewaskan setidaknya 90 ekor sapi, namun kebanyakan sudah sembuh.
Sementara untuk kasus sapi terkena Lumpy Skin Disease di Pati, hingga semester pertama tahun 2023 mencapai 130 kasus.
Hewan yang sudah divaksin menurut Andi masih bisa terjangkit penyakit PMK maupun LSD, meski demikian vaksinasi mampu meminimalisir kematian dan mempercepat proses pengobatan. Oleh karenanya masyarakat diminta tidak menolak saat hewan ternaknya akan divaksin.
Adapun kecamatan-kecamatan yang rentan terhadap virus PMK dan LSD menurut Dinas Pertanian diantaranya Kecamatan Tambakromo, Gabus, Pucakwangi, dan Jakenan.
“Sebab wilayah-wilayah tersebut berbatasan dengan Kabupaten Pati. Yang mungkin karena berbatasan dengan daerah sebelah yang vaksinasinya kurang merata yang beli kesana masuk kesini,” tandasnya.
Vaksinasi LSD dan PMK digencarkan di wilayah-wilayah tersebut untuk menghindari penularan yang lebih luas. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






