Mitrapost.com – Coaching Clinic (CC) Tingkat Dasar Sertifikasi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) yang digelar oleh IPMAFA Marching Competition (IMC) dukung para pelatih Drum/Marching untuk belajar dengan para ahli. Diungkapkan bahwa agenda ini perlu dilakukan guna meningkatkan SDM, sekaligus mendapatkan lisensi agar lebih diakui di dunia kerja.
“Keahlian tanpa lisensi/sertifikasi tidak diakui di dunia kerja. CC ini, tujuannya selain menyamakan konsep kepelatihan, meningkatkan SDM dan keahlian profesional mereka juga didukung dengan adanya sertifikasi kompetensi dari PDBI,” ungkap Imamu Muttaqin, selaku Ketua Pelaksana.
Selain itu, Imam juga menambahkan bahwa acara tersebut merupakan kesempatan bagi para pelatih marching band untuk belajar langsung dari ahlinya. Acara CC tersebut turut mengundang beberapa narasumber, yakni Waketum BINRES PB PDBI Apri Sugiarto, Bidang Diklat PB PDBI Sutrisno, Music Educator Andre Marino Jobs, dan Colour Guard Diana Sari Sadiyo.
Di sana pula, para pelatih yang ikut serta ke dalam acara akan difasilitasi untuk belajar dengan para ahli selama tiga hari, yakni pada tanggal 28-30 Juli 2023 mendatang. Mereka akan diberikan materi tentang Konsep Kepelatihan, Brass, Battery, Colour Guard, Pianika, dan Pit Instrument. Pada hari terakhir, panitia juga telah menyiapkan sesi praktik.
Lebih lanjut, Imam memberi tahu terkait biaya yang ditetapkan untuk mengikuti serangkaian pelatihan tersebut, yakni sebesar Rp500.000, termasuk biaya penginapan dan konsumsi.
“Biaya pendidikan semacam itu biasanya membutuhkan biaya Rp. 1.500.000 s/d Rp. 2.500.000. Tapi di IMC cukup hanya dengan 500 ribu bisa pelatihan selama 3 hari bersama para narsum ahli, mulai tanggal 28 sampai dengan 30 Juli 2023. Itupun sudah include biaya penginapan dan makan. Sangat-sangat murah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IPMAFA Muhammad Siddiq berharap, dengan adanya pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan para pelatih marching band.
“Diharapkan dengan adanya CC bisa meningkatkan skill para pelatih sehingga nantinya tim yang dibawai pelatih tersebut bisa merambah ke ajang nasional dan internasional. Sehingga para pelatih benar-benar kredibel di bidangnya,” terang Siddiq. (*)
Redaksi Mitrapost.com


