Mitrapost.com – Penemuan alat pengubah air menjadi bahan bakar kendaraan atau yang disebut Nikuba sempat menjadi sorotan. Sang penemu, Aryanto Misel mengaku ingin menjual hasil temuannya tersebut.
Ia juga sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah dan mengaku tak membutuhkan mereka. Hingga akhirnya temuannya itu mendapatkan kesempatan untuk dilihat dari sejumlah pabrikan otomotif Italia.
Pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun memberikan tanggapan dengan mengatakan bahwa pihak Italia tidak tertarik untuk membeli temuan tersebut.
“Seperti di Italia kemarin kan tidak ada yang mau,” jelas Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Haznan Abimanyu dilansir dari CNN Indonesia.
Ia mengatakan bahwa tak ada aturan baku yang mengatur mengenai pembelian sebuah penemuan. Hal itu bergantung antara kedua belah pihak. Meskipun penemuan tersebut tidak dilandaskan pada pembuktian ilmiah sekalipun.
“Tergantung yang mau membeli. Kalau yang mau membeli tidak perlu sertifikasi (ilmiah), ya silakan. Ya misalkan Ferrari mau beli ya silahkan. Tapi kan kenyataannya tidak mau,” lanjutnya.
Pihaknya pun mempersilahkan jika hasil temuan anak bangsa ingin dijual ke asing.
“Iya silakan saja kalau mau. Kalau ada yang mau,” ucap dia.
Sebelumnya, Aryanto mengungkapkan harapannya agar bisa bekerja sama dengan pihak asing yang tertarik dengan hasil temuannya tersebut dan mau mendanai risetnya.
Aryanto bersama tim juga sempat berangkat ke Italia pada 16 Juni 2023 guna mempresentasikan inovasinya pada 18 Juni 2023. (*)
Redaksi Mitrapost.com
