Kegiatan Coaching Clinic IPMAFA Marching Competition Sukses Digelar, Peserta Mengaku Dapat Knowledge Baru

Mitrapost.com – Coaching Clinic yang diadakan oleh Kepanitiaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Marching Competition (IMC) sukses digelar. Acara yang bertajuk ‘Pelatihan Dasar Marching Band Tingkat Nasional’ tersebut dilaksanakan pada Jumat hingga hari Minggu (28-30/7/2023) kemarin di Aula 2.

Pelatihan ini digelar sebagai upaya standarisasi kompetensi pelatih marching band. Standarisasi ini dilakukan guna menyikapi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016.

Melalui pelatihan ini, peserta pelatihan dapat berkolaborasi dengan para narasumber dan praktisi yang kompeten dan memiliki banyak pengalaman di bidang marching band.

Acara tersebut dihadiri oleh Waketum Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Pusat Persatuan Drum Band Indonesia (PP PDBI) Apri Sugiarto, Music Educator Andre Marino Jobs, dan Clolour Guard Diana Sari Sadiyo sebagai narasumber.

Ketua Panitia IMC M. Imamu Muttaqin mengatakan bahwa peserta pelatihan terdiri dari para pelatih marching band yang berasal dari berbagai kota, termasuk kota Pati. Menurutnya, mereka menyambut dengan antusias pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Dari Pati hanya 1 orang. Selebihnya dari luar semua. Alhamdulillah antusias dan partisipasi para pelatih dari luar kota sangat baik,” ujarnya.

I Made Yunaedi, salah satu peserta pelatihan dari Denpasar mengaku mendapatkan ilmu baru melalui kegiatan pelatihan ini. Pihaknya juga akan menerapkan materi-materi baru yang didapatkan, kemudian menyalurkannya kepada 15 tim marching band yang ia latih di Bali.

“Tindak lanjutnya saya ingin menerapkan apa yang saya terima disini, karena di Bali memang ada marching, cuma kategori lombanya biasa. Saya ingin mendalami aturan aturan itu, ketika saya ke Bali saya akan menerangkan bahwa ada lomba cabang prestasi yang diakui oleh pemerintah dan PDBI,” ungkapnya.

Beberapa pelatih juga mengungkapkan tujuannya mengikuti kegiatan tersebut. Seperti Agus Setiawan dan Imam Sunoto yang ingin meningkatkan kompetensi dan mendapatkan lisensi sebagai pelatih.

“Motivasi saya dalam mengikuti CC ini yang pertama, jelas kita ingin meng-upgrade kompetensi kita, kedua menjalin silaturahmi dengan teman-teman pelatih dari luar daerah, dan yang ketiga tercapainya lisensi kita sebagai pelatih secara legal standingnya dapat,” ungkap Agus, peserta pelatihan dari Kendal.

“Saya sebagai seorang pelatih memiliki prinsip harus dan wajib memiliki sertifikat lisensi. Apalagi ini acara bertaraf nasional tentu bagi kami sangat membutuhkan lisensi tersebut,” jelas Imam, peserta pelatih dari Semarang. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati